Kamis, 22 Oktober 2020 20:18

Bapenda Bengkalis Optimis Capai Target RPJMD

Pj. Bupati Syahrial Abdi meminta agar Bapenda maksimalkan potensi bersama PD lainnya dalam meningkatkan PAD dan pendapatan lain-lain yang sah. Optimis target RPJMD tercapai.

Riauterkini-BENGKALIS- Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H. Syahrial Abdi meminta agar potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pendapatan lain-lain yang sah diupayakan secara maksimal. Agar, memenuhi target sebagaimana tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis yang sudah ditetapkan.

Demikian disampaikan Pj. Bupati Syahrial Abdi saat menghadiri kegiatan ekspos Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis didampingi Kepala Bapenda, Supardi, S.Sos, M.H, Kamis (22/10/20) siang.

"Saya meminta Bapenda ekspos terkait pencapaian tujuannya adalah kita sama-sama tahu bahwa Kabupaten Bengkalis pendapatan daerah bergantungan pada tertingginya itu dari perimbangan. Sementara di sektor PAD atau PAD lain-lain yang sah serta pengelolaan kekayaan yang sah itu adalah sumber-sumber pendapatan yang masih bisa ditingkatkan," ungkapnya.

Kemudian, sambung Abdi pendapatan dari perimbangan terus tergerus dan turun apalagi diketahui bersama ketidakcapaian produksi minyak dan gas (Migas) nasional diprediksi tahun 2021 semakin berkurang, oleh karena itu harus ada upaya untuk meningkatkan atau intensifikasi penerimaan dengan cara meningkatkan PAD dan jika tidak Kabupaten Bengkalis akan keteteran.

"Sementara program kita berpatokan pada RPJMD dan harus diingat kita punya rencana pembangunan jangka panjang atau RPJP. Nah, jika menengahnya saja tidak tercapai bagaimana dengan jangka panjangnya?," tanya Abdi.

Kesempatan ini, Abdi juga mengajak kepada seluruh perangkat daerah (PD) terkait untuk berfikir strategis. Tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga untuk menyiapkan strategi agar tujuan yang direncanakan bisa tercapai.

"Jadi saya mengajak kawan-kawan untuk berfikir strategis agar tujuan yang direncanakan bisa tercapai. Saya selaku Pj bupati akan mengakhiri periode ini saya punya kekhawatiran jangan-jangan masih ada rencana yang dijalankan sesuai dengan RPJMD. Saya dorong semua PD sesuai dengan target yang sudah ada dalam RPJMD dan tidak ada target yang baru," katanya lagi.

Dia menambahkan, ketika nanti terjadi kesenjangan dengan RPJMD dengan realisasinya dan secara logika sudah tidak mampu dicapai. "Ayo sama-sama kita lakukan justifikasi atau penyesuaian, apa penjelasannya atau alasannya? Dan harus dipikirkan dari sekarang, dan kita berharap terjustifikasi dengan baik semua upaya dan tindakan-tindakan kita, tidak ada yang melenceng dari aturan dan ketentuan yang berlaku. Kalau sudah baik kita sempurnakan kalau belum baik kita rapikan," tutupnya.

Sementara itu terkait dengan ekspos tersebut, Kepala Bapenda Bengkalis Supardi mengatakan, dengan adanya kunjungan dari Pj bupati bertujuan untuk memberikan pengarahan tentang kesesuaian antara program yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan APBD khususnya 2020 dan 2021.

"Untuk tahun 2021 program-programnya harus sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD," ujarnya.

Kemudian, terkait dengan peningkatan PAD, ada dua poin yang penting yakni mengenai pajak daerah harus ditingkatkan dan terus menggali potensi-potensi sesuai dengan ketetapan yang ada di RPJMD khususnya di tahun 2021. Pada tahun 2021 ini ditetapkan sebesar Rp93 miliar dan apabila tidak tercapai akan dilakukan justifikasi dan alasannya.

"Kita akan mengupayakan secara maksimal sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam RPJMD," katanya lagi.

Berkaitan dengan PAD lain-lain yang sah seperti retribusi, disampaikan Supardi, Bapenda sebagai koordinator akan terus meningkatkan sinergi dengan masing-masing PD yang mengelola retribusi.

"Pengelolaan pendapatan khususnya dari dana perimbangan, kita akan melakukan pengelolaan semaksimal mungkin dan alokasi anggaran yang telah dikeluarkan untuk tahun 2021 terjadi peningkatkan dibandingkan dengan 2020 ini. Dalam hal pengelolaan dana perimbangan ini, kita juga terus melakukan koordinasi dengan stakeholder, dan dilaksanakan sudah sesuai dengan yang ditentukan. Karena dana bagi hasil ini sangat berpengaruh terhadap pembangunan Kabupaten Bengkalis," terangnya.

Dalam hal penyusunan pengelolaan keuangan daerah, pihaknya bersinergi dengan Bappeda dan BPKAD karena merupakan satu kesatuan.

"Kita optimis target yang sudah ditetapkan dalam RPJMD bisa tercapai karena regulasi yang menunjang akan diupayakan di 2021. Kita berharap, tim konsisten untuk terus menggali potensi dan kita mengimbau kepada wajib-wajib pajak dan instansi terkait untuk mendukung agar target bisa dicapai," pintanya.

Kegiatan ekspos Program Bapenda ini juga diikuti oleh Sekretaris Bapenda Bambang Irawan, masing-masing kepala bidang (Kabid) dan jajaran Bapenda Bengkalis.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan RPJMD Kabupaten Bengkalis tahun 2016-2021 adalah untuk menjabarkan visi, misi dan program Kepala Daerah ke dalam perencanaan lima tahun, guna memberikan arah dalam melaksanakan pembangunan daerah bagi seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun masyarakat umum.

Adapun tujuan penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Bengkalis Tahun 2016-2021 yaitu sebagai berikut :

Memberikan gambaran tentang kondisi umum daerah, permasalahan dan isu strategis, sekaligus menjelaskan strategi dan arah untuk mencapai tujuan dan sasaran guna mewujudkan visi dan misi kepala daerah;

Memberikan arah pembangunan jangka menengah daerah sebagai acuan resmi bagi pemerintah daerah dalam penyusunan Renstra SOPD sebagai dokumen perencanaan lima tahunan SOPD, dan RKPD sebagai dokumen perencanaan daerah tahunan.

Memberikan tolok ukur dan instrumen bagi pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat dalam melakukan evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah;

Lalu, memberi arahan keterkaitan perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan serta pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah agar sinergis, terpadu dan berkesinambungan.

Visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Oleh karena itu, visi harus memenuhi kriteria, yaitu menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi masa depan yang ingin dicapai dalam 5 (lima) tahunmendatang(clarity of direction).

Kemudian, menjawab permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang perlu diselesaikan dalam jangka menengah. Lalu disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah dijadikan acuan bagi perumusan kebijakan, strategi dan program (articulative).

Disertai penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan di daerah, relevansi visi dengan permasalahan dan potensi pembangunan di daerah serta sejalan dengan visi dan arah pembangunan jangka panjang daerah.

Adapun visi Kabupaten Bengkalis yang ingin diwujudkan pada periode akhir RPJMD 2016-2021 adalah “Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model NegeriMaju dan Makmur di Indonesia".***(dik/advertorial)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang