Rabu, 21 Oktober 2020 10:51

7 Ton Perhektar, Panen Raya Padi di Teberau Panjang, Kuansing

Hamparan sawah di Teberau Panjang, Kuansing panen raya. Produksinya 7 ton setiap hektar.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Program unggulan bidang pertanian Pemkab Kuansing, dalam menjaga ketahanan pangan membuahkan hasil memuaskan dan terbilang berhasil pada panen raya padi di Desa Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar, Selasa (20/10/2020) kemarin.

Keberhasilan itu dapat dilihat dari hasil panen yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu hasil panen hanya berkisar 3,5 ton per hektarnya, sementara panen tahun ini mencapai 6,5 ton sampai 7 ton per hektarnya.

Pencapaian ini tidak terlepas dari arahan dinas pertanian Kuansing, yang membina para petani bagaimana tata cara bercocok tanam yang benar.

Serta bibit yang digunakan juga merupakan bibit unggulan seperti Bimas dan PB42. Upaya ini sebelumnya juga tak terlepas dari intruksi Mursini, kepada Kepala Dinas Pertanian beserta jajaranya untuk melakukan upaya penyediaan pangan (beras) dari hasil produksi petani di Kuansing.

Salah satu langkah yang diminta Bupati Mursini ketika itu, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada seperti melakukan percepatan penanaman di bulan Juni dan Juli di tahun 2020. hingga membuahkan hasil.

Atas pencapaian ini, PJs Bupati Kuasing, Roni Rahkmat, mengapresiasi peningkatan hasil panen, ia mengakui kebenaran data yang disampaikan Kadis pertanian.

"Desa Teberau Panjang, nantinya akan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kuansing, untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan program mutu intensifikasi padi," kata Roni.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Riau, diwakili  Kabid Tanaman Pangan, menyebutkan sektor pertanian menjadi perhatian penting pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat terutama sawah, karena sawah merupakan lumbung kehidupan.

"Untuk para petani terus lah semangat, karena anggaran bantuan akan tetap dikucurkan dari APBD Provinsi, Kabupaten serta Pusat, yang difokuskan pada bidang pertanian khusuanya sawah," bebernya.

Kabid Tanaman Pangan membeberkan, untuk tahun ini skala besar panen di Riau, mengalami peningkatan khusus sawah berkisar pada angka 14,8 persen.

Kemudian Kabid juga mengkaji peluang potensi wisata seperti dari pemerintah Kuansing yaitu pacu jalur dan berbagai macam wisata. Khusus Teberau Panjang, bisa dijadikan Agrowisata, maka akan tercipta lapangan kerja seluas-luasnya.

"Dengan keberhasilan panen ini, bisa saja nantinya Bumdes sebagai pelaku utama untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Sementara warga setempat Pajri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan bibit padi lewat program perbaikan mutu intensifikasi, sehingga hasil panen bisa melimpah disaat kondisi masyarakat membeli beras.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang