Selasa, 20 Oktober 2020 16:49

PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa  Teberau Panjang

PJs Bupati Kuansing ikuti panen raya padi di Desa Teberau Panjang. Merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - PJs Bupati Kuansing, Roni Rahmat, melakukan panen raya perdana padi di Desa Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar, Selasa (20/10/2020).

Program ini merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, dalam meningkatkan ketahanan pangan guna mengantisipasi kelangkaan dan kekurangan stok pangan di daerah terutama beras untuk perbaikan mutu intensifikasi.

PJs Bupati Kuansing, Roni Rahmat, yang didampingi Kadis Pertanian Provinsi Riau, dikesempatan itu menyampaikan, panen raya perdana padi sawah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beras di daerah.

"Semoga kedepan program ini tetap berlanjut, sehingga petani kita bisa mengembangkan bidang pertanian terutama padi untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah," ungkapnya.

Sebelumnya penanaman padi ini dilakukan Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si dipenghujung Juni lalu, seluas 136 Ha melalui gerakan tanam bersama.

Waktu itu Mursini, mengintruksikan kepala dinas pertanian beserta jajaranya untuk melakukan upaya penyediaan pangan (beras) dari hasil produksi petani di Kuansing.

Salah satu langkahnya yang diminta Mursini, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada seperti melakukan percepatan penanaman di bulan Juni dan Juli di tahun 2020. hingga akhirnya langkah yang diminta Mursini itu membuahkan hasil setelah dilakukannya panen raya.

Ketika itu, berdasarkan laporan yang ia terima dari dinas pertanian di bulan Juni dan Juli akan dilakukan penanaman padi seluas 2.522 Ha. Untuk memotivasi petani maka Pemkab menggarkannya guna menggerakkan sektor tersebut.

Sebagai langkah kongkritnya Pemkab mengganggarkan di APBD Kabupaten dan APBD Provinsi maupun APBN. Upaya itu untuk membantu petani menyediakan sarana produksi dan perlengkapan pertanian.

Melalui APBD Kabupaten Pemkab menyalurkan bantuan perbaikan mutu intensifikasi beni padi sebanyak 3.400 kg, pupuk urea 13.600 kg, pupuk TSP 10.200 kg, pupuk KCL 10.200 kg, pupuk kandang 68.000 kg.

Kemudian pengembangan indeks pertanian bantuan beni padi sebanyak 1.100 kg, pupuk urea 4.400 kg, pupuk TSP 3.300 kg, KCL 3.300 pestisida 44 liter.

Kemudian untuk mengantisipasi kelangkaan pangan akibat Covid - 19 pada waktu itu Mursini, meminta menyalurkan bantuan benih padi untuk petani sebanyak 8.040 kg bantuan bakar solar untuk pompa air sebanyak 283.972 liter.

Sedangkan melalui APBD Provinsi, kegiatan yang diadakan ekstensifikasi dan intensifikasi padi sawah dan herbisida 242 liter.

Sementara bantuan APBN yang diupayakan Mursini, berupa benih padi inbirida sebanyak 64.625 kg, serta budidaya padi untuk lahan kering tadah hujan sebanyak 32.000 kg, herbisida 1.600 liter, pupuk NPK 40.000 kg, pupuk organik 300 kg/Ha dan pupuk organik cair 3 liter/ Ha. Budidaya padi bebas residu bantuan yang diberikan benih padi 1.250 kg, bio insectisida dan pupuk organik.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang