Selasa, 20 Oktober 2020 16:46

Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni

Jajaran Polres Kampar terus dalami peristiwa penjarahan yang menimpa karyawan PT Langgam Harmuni. Sejumlah Saksi telah dimintai keterangan.

Riauterkini - PEKANBARU - Polres Kampar setakat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa penjarahan yang menimpa karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Bery Juana P saat dikonfirmasi riauterkini.com, Selasa (20/10/20).

Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. "Kita sudah terima laporannya. Kita juga sudah olah TKP. Saat ini kita tengah mintai keterangan para saksi," bebernya.

Dia menjelaskan,sejauh ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 4 orang saksi dalam kejadian itu. "Belum ada pihak yang kita tahan," katanya.

Ia juga belum mengetahui jumlah pasti orang yang melakukan penjarahan tersebut. "Nanti kalau sudah gelar perkara baru kita bisa ketahui jumlah pelaku. Saat ini kita masih mintai keterangan para saksi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perilaku tak manusiawi dilakukan sekelompok orang yang memaksa dan mengancam karyawan PT Langgam Harmuni untuk meninggalkan rumah mereka pada 15 Oktober 2020 kemarin di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Selain diusir, rumah mereka juga dijarah kala itu.

Kuasa Hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian dan rekan membenarkan adanya tindakan amoral dari sekelompok orang tersebut. Ia mengatakan peristiwa pengusiran dengan pengancaman, penjarahan dan pengerusakan itu terjadi pada Kamis (15/10) petang. " Ada 210 orang karyawan yang menjadi korban dalam aksi yang dilakukan oleh sekitar 400 orang itu," terangnya.

Menurutnya, ratusan orang yang melakukan pengusiran dan penjarahan harta serta aset perusahaan itu dikoordinatori oleh Hendra Sakti dan Marvel. Dimana Ia menduga bahwa mereka adalah preman bayaran.

"Saat datang ke lokasi mereka langsung menarik pimpinan kebun Basken R. Manalu dan mengancam menggunakan senjata tajam serta benda tumpul dan meminta agar mesin genset listrik perumahan di matikan," bebernya.

Ia menilai, permintaan genset dimatikan itu agar membuat TKP gelap dan menghilangkan bukti foto dari karyawan. Serta membuat teror agar karyawan merasa takut.

Ia menduga, Hendra Sakti merampas seluruh kunci perumahan dan memaksa karyawan meninggalkan area perumahan. Kala itu, Hendra Sakti bertanggung jawab penuh terhadap seluruh keadaan - keadaan dan kondisi perumahan tersebut.

Namun, setelah karyawan meninggalkan areal perumahan, massa di bawah komando Hendra Sakti dan Marvel justru melakukan pembongkaran dan penjarahan terhadap seluruh rumah karyawan PT. Langgam Harmuni. Berbagai alat elektronik, alat kerja panen sawit, binatang ternak, uang tanungan hingga perhiasan ludes dijarah.

" Karena ketakutan, karyawan melarikan diri dan mengungsi di aula Desa Pangkalan Baru. Mereka bertahan sehari semalam dalam kondisi cuaca hujan deras tanpa selimut dan makan," terangnya.

Patar kemudian juga melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Pangkalan Baru yang diketahui bahwa para penjarah bukan berasal dari desa itu.

"Pihak perusahaan telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Siak Hulu, namun lantaran kekurangan jumlah personil mereka tidak dapat berbuat apa- apa dan menyarankan untuk melapork