Senin, 19 Oktober 2020 16:50

KPP Pratama Bengkalis Sita Aset Penunggak Pajak

KPP Pratama Bengkalis lakukan penyitaan terhadap aset dari penunggak pajak di akhir September 2020. Dua kendaraan roda empat siap dilelangkan.

Riauterkini - DURI - Diakhir September 2020, Kepala Kantor Pajak Pelayanan (KPP) Pratama Bengkalis, Indera Gunawan didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penagihan dan Juru sita berhasil melaksanakan tindakan penagihan berupa penyitaan terhadap aset dari Penunggak Pajak. Dari hasil pelaksanaan kegiatan tersebut, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkalis berhasil menyita dua unit kendaraan roda empat milik dari Penunggak Pajak.

  Kegiatan penyitaan terhadap aset milik Penunggak Pajak itu berpedoman pada Pasal 12, Undang-Undang (UU) Nomor 19, Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah terakhir UU Nomor 19 Tahun 2000.

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, KPP Pratama Bengkalis, Seksi Penagihan melakukan kegiatan penagihan terhadap utang pajak yang jatuh tempo pembayaran melalui serangkaian tindakan penagihan dimulai dengan penerbitan Surat teguran, Surat Paksa apabila tidak juga dilakukan pembayaran maka akan dilakukan upaya penagihan aktif dapat berupa tindakan penyitaan, pencegahan hingga penyanderaan (Gizelling).

Selain berpedoman akan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, KPP Pratama Bengkalis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa berpedoman kepada SOP yang telah ditetapkan serta mengutamakan profesionalisme dan integritas.

KPP Pratama Bengkalis selalu mendorong Wajib Pajak yang memiliki tunggakan pajak untuk memenuhi kewajibannya baik melalui himbauan dan komunikasi persuasif dengan Wajib Pajak atau Penanggung Pajak maupun Hard Collection (Penagihan aktif), salah satunya dengan cara penyitaan aset dari Wajib Pajak atau Penanggung Pajak yang memiliki tunggakan pajak.

Atas barang hasil tindakan penyitaan itu segera dilakukan pelelangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) apabila tunggakan pajak belum dilunasi oleh penunggak.

Maksud dilaksanakannya tindakan penagihan aktif berupa penyitaan atas aset penunggak pajak ini, selain untuk menambah peneriman negara melalui pencairan piutang pajak juga agar dapat memberikan deterrent effect khususnya kepada Wajib Pajak yang memiliki tunggakan pajak dan seluruh Wajib Pajak pada umumnya agar segera memenuhi kewajiban perpajakannya.

Dengan terpenuhinya penerimaan pajak sebagai salah satu sumber penerimaan negara akan sangat membantu keuangan Negara Indonesia yang saat ini sedang menghadapi Pandemic Corona Virus Disease - 2019 (Covid -19) yang sangat berdampak di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

"KPP Pratama Bengkalis senantiasa mendorong kepada seluruh Wajib Pajak agar memenuhi kewajiban perpajakan dengan tertib dan penuh tanggung sebagai wujud jiwa gotong-royong mengisi dan menyukseskan pembangunan nasional guna menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur serta ikut menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap kuat sehingga negara mampu menanggulangi Covid-19 dengan lebih baik,"ujar Indera Gunawan.*(Rls/hen)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang