Jum’at, 16 Oktober 2020 15:25

Diteken Secara Virtual, Pembangunan SPAM Durolis Mulai Dikerjakan

SPAM Durolis ditandatangani secara virtual. Pembangunanya pun mulai dikerjakan.

Riauterkini - PEKANBARU - Kontrak paket pekerjaan pembangunan dan konsultan supervisi Jaringan Distribusi Utama Sistem Penyedia Air Minum (JDU-SPAM) Regional Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis (Durolis) ditandatangani, antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan PT Waskita Karya, secara virtual termasuk Direktur Air Minum Kementerian PUPR, Yudha Mediawan.

Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Riau H Syamsuar di Gedung Daerah Jumat (16/10/20). Hadiri juga Walikota Dumai Zulkifli AS, Pjs Bupati Rohil Rudyanto, Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi, Kepala Balai PUPR Wilayah Riau Ichwanul Ikhsan.

Gubri Syamsuar mengatakan, dengan telah dilakukan penandatanganan kontrak tersebut, selanjutnya pembangunan jaringan utama bisa langsung dikerjakan.

"Kalau jaringan ini sudah selesai banyak yang bisa dimanfaatkan masyarakat di tiga daerah itu, yaitu Dumai, Rohil dan Bengkalis. Karena ada 160 ribu jiwa yang bisa menikmati air bersih," terangnya.

Sedangkan jaringan sambungan ke rumah warga, kata Gubri, itu akan dibangun oleh tiga kabupaten kota tersebut.

"Jadi pembangunan SPAM Durolis ini sharing budget. Pekerjaannya paralel, ada tugas pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Kalau jaringan ke rumah itu masing-masing kabupaten kota," jelasnya.

Gubri menyampaikan, pembangunan jaringan utama dan jaringan ke rumah ditargetkan selesai tahun 2021. Dengan begitu, tahun 2022 air SPAM Durolis sudah bisa dinikmati oleh masyarakat tiga daerah itu.

Sementara itu, Kepala Balai PUPR Wilayah Riau Ichwanul Ikhsan mengatakan, pembangunan JDU SPAM Durolis itu diperkirakan menelan biaya sebesar Rp251 miliar.

"Setelah penandatanganan kontrak. Kita langsung mobilisasi peralatan," ujarnya.

Dia mengatakan, setelah jaringan utama SPAM selesai dibangun, pihaknya akan menyerahkan aset ke Pemprov Riau.

"Kami bangun, nanti provinsi yang operasionalnya. Masalah perhitung dan pengelolaan itu Pemprov Riau melalui UPT Air Minum. Nanti UPT Air Minum koordinasi dengan tiga daerah itu untuk penetapan harga dan pelayanannya seperti apa," paparnya.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang