Kamis, 15 Oktober 2020 13:36

Selama Pandemi, Rumah Tahfidz Aldo Salam Wajibkan Santrinya Pakai Masker

Setelah sekian bulan tutup, Rumah Tahfidz Aldo Salam akhirnya dibuka kembali. Mengantisipasi penyebaran Virus Corona, para santri diharuskan memakai masker atau face shield.

Pekanbaru-riauterkini- Rumah Tahfidz Aldo Salam yang terletak di kawasan Pandau Permai, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, memang sempat terhenti aktivitasnya saat Pandemi Covid-19 melanda. Namun setelah beberapa bulan berlalu, dengan menerapkan kebiasaan baru, kini para santri telah kembali ke kelas untuk belajar dan menghafal Al Quran.

“Saat ini ada 137 santri di rumah tahfidz ini,” kata Ustadz Aldo Salam, pendiri sekaligus pengajar di rumah tahfidz itu, Kamis (15/10/20). “Terdiri dari 69 orang perempuan dan 68 orang laki-laki. Dari jumlah itu sekira 40 orang di antaranya adalah anak yatim dan dhuafa,” terusnya.

Mengingat murid yang cukup banyak itu, kelas dibagi dalam dua shift, yati pagi dan malam. Mereka belajar selama satu setengah jam setiap hari dari Senin-Kamis, menghafal ayat demi ayat, surat demi surat yang ada di dalam Al Quran.

Saat memutuskan untuk membuka kembali rumah tahfidz ini, pihaknya bersama Komunitas Pekanbaru Charity yang menaungi rumah tahfidz ini, sudah memikirkan matang-matang hal-hal baru yang harus diterapkan agar Virus Corona tidak menyebar di kalangan anak-anak itu.

“Pada tahap awal dulu, kami menyediakan masker dan face shield. Selain itu, anak-anak juga diharuskan untuk berwudhu dulu sebelum masuk ke dalam ruangan,” kata Lexie Wahyuni, Founder Pekanbaru Charity.

Pengadaan masker dan face shield ini dilakukan Pekanbaru Charity dengan menggalang dana dari masyarakat. Face shield anak-anak ini bahkan diberi nama sehingga tidak saling tertukar dengan santri yang lain.

Selain itu, selama di dalam ruangan dan menjalani proses belajar mengajar, para santri diharuskan duduk berjarak paling kurang satu lengan dari orang lain. Demikian pula saat menyetorkan ayat atau surat kepada ustadz, mereka juga tetap harus menjaga jarak.

“Pada tahap awal, memang anak-anak agak mengeluh, karena tidak biasa membaca Al Quran dengan kondisi mulut tertutup masker. Namun semakin ke sini, mereka semakin terbiasa. Meskipun demikian, kami tetap berharap virus ini segera pergi, sehingga kami bisa kembali membaca Al Quran tanpa harus pakai masker,” harap Ustadz Aldo lagi.***(yan)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang