Selasa, 6 Oktober 2020 11:11

Dampak Covid -19, Asumsi PAD Kuansing Turun 10 Persen 

Kabupaten Kuansing terdampak Covid-19. Diperkirakan PAD turun 10 persen.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Asumsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuansing, mengalami penurunan 10 persen pada perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 akibat dampak pamdemi Covid-19.

"Wabah pandemi Covid -19 berdampak langsung bagi wajib pajak, karena orang tidak lagi berkumpul, akibatnya rumah makan kosong, tempat keramaian berkurang, sehingga parkir terjadi penurunan, kondisi ini tentunya berpengaruh pada PAD," ujar Kepala Bependa Kuansing, Jafrinaldi, Senin (5/10/2020) di Telukkuantan. Terkait kondisi ini kata Jefrinaldi, maka pemerintah pusat meminta daerah menghitung ulang asumsi PAD seiring terjadinya wabah Covid-19.

Sebab berdampak langsung pada penurunan sektor - sektor pajak dan retribusi yang menjadi andalan PAD Kuansing.

"Dibandingkan daerah lain, penurunan PAD masih terbilang sedikit, kalau daerah lain mencapai 30 persen sampai 40 persen," ungkapnya.

Selain sektor pajak dan retribusi, faktor lain jadi penyebab menurunnya PAD adalah karena batalnya penerapan Perbup 84 tahun 2019 tentang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Padahal kita sudah menyusun NJOP. Dari sini, kita berharap ada peningkatan PAD. Tapi, akhirnya batal diterapkan karena pandemi Covid -19," jelas Jafrinaldi.

Dijelaskan Jefrinaldi, pada APBD murni 2020, asumsi PAD Kuansing sekitar 101 miliar lebih. Setelah dihitung ulang dan disahkan dalam APBD-P 2020, asumsi PAD Kuansing, terhitung hanya senilai Rp. 91 miliar lebih.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang