Kamis, 1 Oktober 2020 11:08

Bahas Terorisme, FKPT Gelar Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia

FKPT kembali menggelar Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia membahas masalah terorisme.

Riauterkini-PEKANBARU-Salah satu ancaman nyata yang terjadi dan sangat menonjol saat ini adalah terorisme yang telah mengoyak keutuhan bangsa dan negara dan merusak nilai-nilai toleransi yang menjadi ciri khas bangsa. Pembinaan kesadaran bela negara adalah salah satu cara membendung paham-paham radikal ini karena yang berbahaya dari terorisme bukan serangan fisik tetapi serangan psikologis berupa pengaruh ideologi.

Demikian diungkapkan Kasie materi pembinaan BMPT, Andri Taufik pada kegiatan Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi) yang digelar Forum Koordinasi Pengendalian Terorisme (FKPT) Riau Kamis (1/10/20).

Menurutnya, paham radikalisme disebarkan melalui media sosial yang demikian cepat tersampaikan kepada orang orang yang bermedsos.

"Kita sepakat bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama. Untuk itu secara bersama pula kita hadapi," terangnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tambahnya, membawa pengaruh besar terhadap dinamika perubahan serangan terorisme. Salah satunya adalah sebagai panggung propaganda. Sebagai negara yang sedang berkembang, jumlah pengguna internet di Indonesia ternyata sudah mencapai 132,7 juta pengguna internet. Hal ini tentu memberikan peluang bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda sebagai sarana rekrutmen.

Untuk menghadapi hal tersebut maka diperlukan peran pemerintah dan juga masyarakat. Media literasi menjadi solusi untuk meningkatkan pertahanan diri masyarakat terhadap terpaan propaganda radikalisme dan terorisme melalui media internet.

Asisten I Setdaprov Riau Jenri Salmon Ginting mengatakan bahwa atas nama Pemprov Riau, pihaknya menyambut baik dengan dilaksanaknanya kegiatan Ngopi Coi yang digelar BNPT. Kegiatan ini menurutnya sebagai bentuk kepedulian kita semua dalam mencegah radikalisme dan terorisme di wilayah Riau.

"Menghadapi tantangn dan persaiangan yang semakin ketat di era globalisasi dan perubahan yang cepat yang mendasar bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan permasaahan dalam negeri yg mengancam persatuan dan kesatuan. Termasuk kemajuan teknologi digital yang dimanfaatkan secara maksmal dalam program pendidikan terorisme, propaganda dan perekrutan baru," terangnya.

Selain itu, tambahnya, penyebarluasan berita hoax, ujaran kebencian dan penyebaran informasi negatif lainnya yang terus menerus melalui berbagai platfom media sosial. Sangat diharapkan pengguna internet bijak dalam memilih dan memilah informasi yang ada di media sosial.

Hadir dalam kegiatan Ngopi Coi, unsur media massa, unsur pemerintah, aparat desa dan Babinsa.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang