Rabu, 30 September 2020 08:02

Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang

Dua petinggi PT WIKA ditahan KPK. Keduanya tersangka dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City Bangkinang.

Riauterkini-PRKANBARU-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kampar, Riau. Keduanya adalah pejabat pembuat komitmen pembangunan jembatan, Adnan, dan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya I Ketut Suarba.

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ADN dan IKT ditahan rutan masing-masing selama 20 hari ke depan terhitung sejak 29 September 2020 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2020," kata juru bicara KPK Ali Fikri kepada riauterkini, Selasa (29/9/20) malam.

Menurut Ali Fikri, keduanya fitahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah COVID-19.

Ali Fikri mengatakan keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2019. Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 50 miliar ini, Adnan dan Suarba diduga telah menguntungkan diri sendiri dan merugikan negara.

"KPK menetapkan ADN dan IKT pada 14 Maret 2019 dengan dugaan para tersangka telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau," tuturnya.

Selama proses penyidikan berlangsung, lanjut Ali Fikri, ada 73 saksi yang diperiksa. Mereka terdiri atas pihak Pemerintah Kabupaten Kampar, anggota DPRD, hingga ahli konstruksi.***(mad)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang