Senin, 28 September 2020 17:26

Polisi Buru Dua Buronan Pembunuh Pengusaha Rental Mobil

Dua dari empat pelaku pembunuhan pengusaha rental mobil yang melarikan diri, kini diburu polisi. Foto keduanya resmi dirilis pihak berwajib.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepolisian daerah Riau (Polda Riau) bersama Polres Siak setakat ini masih terus memburu dua dari empat orang pelaku pembunuhan pengusaha rental mobil di Pekanbaru. Sebelumnya dua orang pelaku berhasil diringkus di wilayah Binjai, Sumatera Utara 25 September 2020 kemarin.

Dua orang yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu adalah IR dan DD. Sementara dua rekannya yang diringkus dengan dilumpuhkan di bagian kakinya adalah An dan Dv.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, "Dua pelaku masih diburu keberadaannya," kata Dwi, Senin(28/09/20).

Bahkan untuk mempermudah pengejaran kedua penjahat sadis itu, pihak kepolisian telah merilis foto mereka. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui dan dan memaksimalkan penangkapan.

Empat orang itu merupakan dalang dari meninggalnya M Alhadar yang merupakan pengusaha rental mobil di Pekanbaru. Jenazahnya ditemukan di wilayah Tualang, Kabupaten Siak pada Senin (21/09/20) setelah dilaporkan hilang oleh istrinya Tutut Winarti pada tanggal 20 September 2020 ke Polsek Tenayan Raya dan Dit Reskrimum Polda Riau. Korban diketahui hilang sejak 14 September 2020 lalu.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam jumpa persnya, Minggu (27/09/20) mengatakan korban sebelumnya mendapatkan pesanan rental mobil melalui facebook milik korban dengan akun rentalmobil_pku.

"Tersangka meminta jemput di Tualang Siak. Korban pun lantas menuju wilayah itu dengan mengendarai mobil miliknya yakni Daihatsu Xenia BM 1516 PB warna abu-abu metalik," paparnya.

Sesampai lokasi yang disepakati, korban lantas diajak masuk ke rumah yang merupakan milik salah satu tersangka berinisial An. Di dalam rumah itulah korban mendapatkan penganiayaan dari para pelaku.

Dari pengakuan An, Ia sempat menikam korban empat kali di bagian perut dan dada menggunakan badik. Lalu pelaku lain yakni Dv menikam korban tiga kali di bagian kepala belakang, dada dan samping tubuh korban. Sementara dua orang DPO itu juga turut menganiaya korban.

Dari penganiayaan itu, korban akhirnya meninggal dunia dan tubuhnya dibuang di sebuah sumur sedalam 1,5 meter. Sementara pelaku meninggalkan korban dan membawa kabur mobil milik korban.

"Mobilnya sudah diganti warna menjadi hitam oleh tersangka. Bahkan plat nomornya juga di ganti menjadi BK 1888 MQ," terangnya.

Sementara, korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Yakni kedua tangannya diikat dengan tali nilon dan kepala ditutup dengan handuk yang juga menyumpal mulut korban. Terdapat juga beberapa luka tusuk atau bacok akibat benda tajam di bagian kepala dan tubuh korban. Sepanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Saat itu juga menghadirkan Tutut dan benar saja, Ia mengaku mengenali bahwa korban adalah suaminya M Alhadar.

Akibat tindakan itu, para tersangka terancam pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan pasal 365 ayat (3) KUHP yakni melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.*(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang