Jum’at, 25 September 2020 16:22

Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam

Kegiatan Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru sempat terganggu. Seorang pria diduga stres berlari menuju khatib.

Riauterkini-PEKANBARU- Insiden orang diduga mengalami gangguan jiwa memicu gaduh di masjid kembali terjadi. Kali ini lokasinya di Masjid Raya Pekanbaru, Jumat (25/9/20). Ibadah Sholat Jumat fi masjid bersejarah tersebut sempat mencekam akibat ulah seorang pria yang belakangan diduga alami gangguan jiwa alias stres.

Suasana Sholat Jumat kali ini memang relatif kurang kondusif sejak awal. Hujan deras mengguyur sejak sebelum Duhur. Bahkan usai adzan pertama dan sebelum Ustadz Suryadi Temala, Lc, MA naik mimbar untuk berkhutbah listrik mendadak mati. Pengurus pun menghidupkan genset.

"Setelah getset dihidupkan, khotib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah," ujar Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Raya Pekanbaru Juli Usnan kepada riauterkini.

Setelah itu prosesi Sholat Jumat terus berlanjut dengan penyampaian khutbah, namun saat di penghujung khutbah pertama, seorang jemaah di shaf terdepan berdiri dan berjalan cepat menuju mimbar. Seperti hendak mendatangi kbotib.

"Saya langsung menangkapnya bersama seorang jamaah lainnya," ujar Juli yang mengaku mekakukan langkah antisipasi demi menghindari kejadian yang tak diinginkan.

Pria tersebut langsung dibawa ke bagian belakang masjid dan diserahkan pada pihak keamanan masjid. Meskipun ada insiden, namun khotib tetap melanjutkan tugas dan sholat jumat dituntaskan dengan baik.

Usai sholat jumat, pria berusia sekitar 30 tahun tersebut diitrograsi. Kepada Juli dan pengurus lain ia mengaku ingin menyalami khotib. Selama proses intrograsi pria itu berkelakuan ganjil. Suka ngoceh sendiri.

Ternyata ia tidak datang sendiri, namun persama temannya. Dari temannya itulah pengurus Masjid Raya mendapat kepastian kalau jemaah yang tinggal di Jalan Yos Sudarso tersebut memang jiwanya belum stabil. Dia baru pulang dari Jakarta dan sempat stres di ibukota.

"Karena sepertinya memang stres, kami lepas lagi dan izinkan pulang. Masalah ini kami anggap selesai," ujar Juli.

Untuk berjaga-jaga dari peristiwa serupa, pihak DKM Masjid Raya langsung rapat dan memutuskan meningkatkan pengamanan. Termasuk membuat kaca akliric yang dipasang di mimbar dan imam.

"Insyaallah Jumat depat kaca akliric untuk khotib dan imam sudah terpasang," demikian penjelasan Juli.***(mad)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang