Selasa, 22 September 2020 19:09

Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas

Seorang warga Kelurahan Air Jamban, Bengkalis ditemukan tewas di sebuah kebun. Pria penjerat burung diduga terjatuh dari pohon.

Riauterkini - DURI - Pergi untuk selamanya meninggalkan keluarga. Itulah yang dilakukan Pria berusia setengah abad lebih berinsial HPS, warga Kanna, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis yang ditemukan tewas dibawah pohon disalah satu perkebunan masyarakat yang terletak di Jalan Siak, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis Senin (21/9/20) sekira pukul 17.45 WIB.

Menurut keterangan istri korban, sebelum ditemukan tewas, korban yang mempunyai hobi menjerat burung pamit pergi dari rumah sekira pukul 07.50 WIB dengan membawa sejumlah peralatan penjerat hewan hobi terbang itu. Setelah pukul 11.45 WIB, kebiasaan korban yang setiap tengah hari pulang untuk makam siang, tak kunjung datang dan si istti mulai khawatir dan mendatangi rekan korban sesama penjerat burung.

Berbekal pengetahuan rekan korban yang sebelumnya pernah diajak menjerat burung, langsung bergerak mencari keberadaan korban hingga pukul 16.45 WIB dan kekhawatiran istri korban pum terbukti. Korban ditemukan tak bernyawa dengan posisi terletang dibawah pohon. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak Desa Simpang Padang dan diteruskan ke Polsek Mandau.

Dilokasi korban ditemukan tewas, Polisi menemukan sejumlah barang bukti (BB) bawaan korban diantaranya celana jeans warna biru, kaos lengan pendek warna biru abu-abu, celana dalam warna coklat muda yang melekat ditubuh korban, sendal jepit warna hijau merek Mely, dua ekor burung balam, seekor terikat kakinya dan seekor lainnya di dalam sangkar, serpihan kulit kayu dan ranting pohon, dua unit Hand phone (HP) merek Nokia warna putih dan HP merek Oppo warna biru dongker, Sepeda motor Matic jenis Honda Beat warna putih biru dengan Nomor polisi BM 5441 DAC, Masker warna hitam dan tempat tali pemikat burung.

Kapolres Bengkalis, AKp Hendra Gunawan melalui Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/20) membenarkan penemuan jenazah pria penjerat burung tersebut.

"Setelah dievakuasi ke RSUD Mandau dan dilakukan visum, keterangan dokter menyatakan korban diduga jatuh dari pohon dan mengalami sejumlah luka gores dan serius ditubuhnya dan patah tulang. Jennazah korban selanjutnya kita serahkan kepihak keluarga untuk dimakamkan,"jelas Kapolsek.*(hen)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang