Senin, 21 September 2020 15:05

Kedatangan Rumah Sakit Terapung docterSHARE ke Pekanbaru Salah Alamat

Rumah sakit terapung docterSHARE yang sedang berlabuh di Sungai Siak Pekanbaru tuai pro kontra. Sejatinya diperuntukan untuk kepulauan terpencil dan daerah tak punya rumah sakit.

Riauterkini - PEKANBARU - Kedatangan rumah sakit terapung doctorSHARE ke Pekanbaru masih pro kontra. Selain 'datang tak diundang', koordinasi juga tidak disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Tidak hanya itu, dari sudut klasifikasi, kehadiran rumah sakit terapung doctorSHARE itu, dinilai 'salah alamat'. Pasalnya, jika mengacu pada Permenkes nomor 3 tahun 2020, kehadiran rumah sakit terapung diperuntukan untuk daerah kepulauan terpencil, perbatasan serta daerah yang tak memiliki rumah sakit.

"Ini berdasarkan peraturan Kemenkes. Kita di Pekanbaru saja ada 22 rumah sakit dengan berbagai tingkatan. Jadi tinggal kita saja lagi yang mencernanya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, usai pertemuan dengan Pemko Pekanbaru di ruang kenanga Kantor Gubernur Riau, membahas terkait kedatangan kapal terapung di Sungai Siak, Senin (21/9/20).

Untuk perizinannya sendiri, Kadiskes Riau menegaskan dari sudut klasifikasinya memang secara spesifik rumah sakit terapung itu tidak diatur. Tapi kalau disinkronkan dengan rumah sakit statis dibawah 50 kamar, itu adalah tipe D.

"Dan itu izinnya ada di Kota Pekanbaru. Cuma masalahkan, tidak ada koordinasi. Belum lagi dilihat peruntukannya, kita di Riau khususnya di Pekanbaru banyak rumah sakit," papar Mimi.

Hal lain yang juga menjadi persoalan tenaga kesehatan (nakes) atau pun dokter yang dilibatkan dalam kegiatan di rumah sakit terapung tersebut belum diverifikasi.

Mestinya, sebelum rumah sakit terapung docterSHARE berlabuh ke Sungai Siak, semua berkaitan administrasi diselesaikan terlebih dahulu. Mestinya dokumentasi selesai dulu, baru kapalnya datang. Dengan begitu, jelas hitam diatas putihnya.

"Tidak itu saja, personil, harus diverifikasi dulu. Karena kita tidak tahu sdmnya. Kan harus diverifikasi dulu dokumennya, dan izinya. Kalau sekarangkan belum," ungkap Mimi.

Pada kesempatan Mimi juga menyampaikan kehadiran rumah sakit terapung docterSHARE itu juga seoalah membawa image ketidakmampuan Riau dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Hadir pada pertemuan yang dipimpin Asisten I Setdaprov Riau Jendri Salmon Ginting, Pelaksana Tugas (Plt) Sekdako Pekanbaru M Jamil, Pelaksan Harian (Plh) Kadiskes Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy serta berbagai instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial, sebuah kapal bersandar di sekitaran Jemabatan Sungai Siak IV. Kapal disebut-sebut sebagai kapal rumah sakit terapung. Dari video yang beredar tersebut, di lambung kapal terlihat logo palang merah berukuran besar. Selain itu, terdapat juga tulisan doctorSHARE.

Berdasarkan penulusuran di laman wikipedia, doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) yang tertulis di lambung kapal merupakan organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Aktif sejak tahun 2003, organisasi doctorSHARE secara resmi berdiri pada 19 November 2009.

doctorSHARE menyediakan akses bantuan medis secara holistik, independen, dan imparsial untuk orang-orang yang membutuhkan. Yakni, mereka yang dianggap miskin dan tidak mampu, dan yang tidak mempunyai kartu miskin karena masalah administrasi kependudukan

Disebutkan doctorSHARE didukung oleh ahli bedah, dokter, perawat, dan profesional seperti jurnalis, administrator, fotografer, desainer, ahli teknologi informasi, wiraswasta, pekerja sosial profesional, dan sejumlah donatur individual.

Kemudian keterangan lainnya, berdiri 2009 silam. Kantor Pusat di Mega Glodok Kemayoran, Blok B, No.10, Jl. Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat 10160 DKI Jakarta, Indonesia.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang