Ahad, 20 September 2020 15:02

Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring

BBKSDA Riau bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melepasliarkan pesut yang diduga tersesat di Sungai Segati, Pelalawan. Menggunakan delapan perahu dan dua jaring, proses pelepasannya berjalan lancar.

Riauterkini-PEKANBARU-Agar tidak terjadi apa apa dengan ikan pesut air tawar (Irrawaddy Dolphin / orcaella brevirostris) di Pelalawan, tepatnya di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Tim Gabungan yang terdiri dari, Balai Besar KSDA Riau, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) KKP dan JAAN (Jakarta Animal Aid Network) mengevakuasi ikan tersebut, Sabtu, (19/9/20).

Demikian diungkapkan Kepala BKSDA Riau, Suharyono, Ahad (20/9/20). Menurutnya, ikan pesut yang dievakuasi berjumlah satu ekor. Panjang 2,20 meter berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia 30 tahun.

"Sebelum tindakan evakuasi, Tim melakukan pengamatan pergerakan satwa liar Pesut di sungai Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Pelalawan sejak Rabu, 16 September 2020. Selanjutnya, pada Kamis 17 September 2020, Pesut berpindah ke Desa Segati," terangnya.

Ia menambahkan, tim bersama masyarakat setempat melokalisir area dengan cara memasang penghalang berupa jaring pada dua sisi, yaitu di hulu dan hilir sungai berjarak 50 meter. Namun saat pengamatan keesokan harinya, Jumat, 18 September, Pesut berhasil melewati jaring pembatas, dan bergerak ke arah hulu sungai sejauh 3 Km.

"Tim Kembali melokalisir area tersebut untuk memperkecil ruang gerak Pesut agar pergerakannya dapat terpantau dengan lebih baik. Sesuai hasil pengamatan dan Observasi, Tim menyatakan kondisi Pesut dalam keadaan stabil dan normal, maka diputuskan untuk dapat dievakuasi keesokan harinya yaitu Sabtu, 19 September 2020," katanya.

Pada Sabtu, 19 September 2020 kemarin, Tim gabungan dengan dukungan masyarakat Desa Segati dan Desa Tambak melakukan kegiatan evakuasi satwa liar Pesut dengan menggunakan 8 perahu dan 2 jaring.

"Setiba di lokasi keberadaan Pesut, selanjutnya melakukan pemasangan perangkap jaring. Dua jam kemudian Pesut sudah berhasil ditangkap, selanjutnya dibawa dengan menggunakan perahu motor dari Desa Segati ke Desa Tambak. Setibanya di Desa Tambak, Tim memodifikasi alat angkut pada bak mobil sebagai media bak berisi air dengan menggunakan terpal plastik," terangnya.

Pada saat yang sama, tambah Suharyono, tim juga berkesempatan melakukan sosialisasi pada masyarakat Desa Tambak untuk selalu dapat berkoordinasi kepada Balai Besar KSDA Riau, bila menemui kejadian yang sama, serta bersama-sama menjaga kebersihan sungai dari kegiatan pencemaran lingkungan.

"Ikan pesut kemudian dibawa ke lokasi pelepas liaran di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan melalui jalan darat dengan diberikan perlakuan khusus agar tidak stress dalam pengangkutan. Setiba di lokasi, satwa Pesut dipindahkan ke perahu untuk dibawa ke lokasi release. Satwa Pesut direlease di Sungai Kampar," jelas Suharyono.

Sekira 3 menit setelah Pesut direlease, Pesut kembali muncul ke permukaan air yang berjarak sekitar 30 meter di depan perahu, lalu berenang ke arah hilir Sungai Kampar.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang