Jum’at, 18 September 2020 14:44

Demo di Kantor Gubri, Massa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tembakan Mercun

Aksi massa tembakan mercun saat berdemo di Kantor Gubernur Riau. Aksi terkait pengangkatan ASN berstatus mantan narapidana menjadi pejabat beberapa waktu lalu.

Riauterkini - PEKANBARU - Alianisi Mahsiswa  dan Pemuda se Provinsi Riau tembakan mercun ke atas saat menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Riau, Jumat (18/9/20).

Aksi yang diawali dari tugu countdown PON, atau di samping Perpustakaan Soeman Hs. Tembakan mercun yang terdengar hingga puluhan kali tersebut, menjadi perhatian warga. Puluhan aparat kepolisian dan Satpol PP disiagakan mengawal aksi massa tersebut.

Tembakan mercun tidak hanya diarahkan ke atas. Tetapi tampak juga diarahkan beberapa kali diarahkan ke dalam Kantor Gubernur Riau (Gubri). Ada pun dari lembaran pernyataan sikap tang diterima riauterkini.com, aksi demo terkait pengangkatan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) berstus narapidana beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya, aksi mahasiswa dan pemuda se Provinsi Riau meminta kepada Gubri bertanggung jawab atas pengangkatan mantan narapidana Indra Satria Lubis. Menurut pendemo, hal ini diduga bertentangan dengan UU NO 4 tahun 2014 tentang ASN.

Kemudian meminta kepada Gubri mengkonfimasi langsung kepada masyarakat Riau, terkait pengangkatan mantan narapidana sebagai pejabat Pemprov dalam hal ini kami menilai bahwa masih banyak putra daerah Riau yang lebih kompeten dan bebas dari tindak pidana.

Berikutnya, mempertanyakan pernyataan Sekdaprov Riau yang dalam hal kami duga Pemprov Riau seolah lepas tangan dan tidak bertangung jawab atas diangakatnya mantan narapinda.

Menurut pendemo, sebagai pejabat Pemprov, Sekdaprov Riau lebih memberatkan pertanyaan tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan juga terikait pernyataan kepada BKD yang seolah lepas tangan dan melempar kembali pertanyaan tersebut untuk dijawab oleh Gubri.

Selain itu, massa meminta Gubri selaku pejabat pembina kepegawaian untuk memberhentikan mantan narapidana sebagai pejabat eselon 3 karena kami menilai praktek mengakatan tersbut terindikasi adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Saat ini, aksi massa demo masih berjalan. Aparat kepolisian dan Satpol PP masih tetap bersiaga.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang