Kamis, 17 September 2020 21:22

Mahasiswa Minta Kejati Riau Usut Penyimpangan Dana Covid -19

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau Pemantau Bebas Korupsi menduga adanya indikasi penyimpangan anggaran dana covid-19. Mereka meminta Kejai untuk mengusutnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Terkait adanya indikasi penyimpangan anggaran dana covid-19 di Riau. Membuat para mahasiswa dan pemuda se Riau gerah, dan melaporkan indikasi penyimpangan tersebut kepihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kamis (17/9/20) siang, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau Pemantau Bebas Korupsi, mendatangi gedung kejaksaan yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Kepada pihak kejaksaan, Zulkardi, selaku koordinator umum mengatakan jika pihaknya memiliki data-data terkait dugaan penyimpangan anggaran Covid-19 di Riau.

" Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran untuk Covid-19 kurang lebih sebanyak Rp 474 miliar, tapi penanganan tidak maksimal dan malah banyak masyarakat yang terpapar Covid-19. Penanganan tidak memuaskan karena banyak mark up," ungkapnya kepada pihak kejaksaan.

Tak hanya dugaan korupsi dana Covid-19 saja, para mahasiswa dan pemuda ini juga melaporkan dugaan jual beli jabatan yang ada di lingkungan Pemerintahan Provinsi Riau.

"Diduga jual beli jabatan ini berkisaran dari Rp 100 juta hingga Rp 400 juta, dan seperti yang diketahui mantan narapidana itu bisa menjabat di eselon III. Ini membuat legitimasi kami sebagai mahasiswa dan pemuda hilang terhadap gubernur. Di sini kita juga membawa bukti inkrah dari pengadilan bahwasanya Indra Satria Lubis pernah tersangkut permasalahan hukum, di sini kita ada bukti semuanya. Diduga di sini BKD ada permainan jual beli jabatan," sambungnya.

Sementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan SH ketika dikonfirmasi riauterkini.com terkait laporan penyimpangan dana covid-19 ini mengatakan, jika pihaknya pasti akan menindak lanjuti setiap laporan yang diterima pihaknya. Namun begitu, bagi pelapor hendaknya lengkapilah data data laporan tersebut jika memberi laporan.

" Memang ada adik adik mahasiswa memberikan laporan, namun laporan tersebut saya minta untuk dilengkapi," ujarnya.*(har)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang