Rabu, 16 September 2020 15:12

Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal

Nasib para petani karet memprihatinkan. Untuk membantu, Bupati Kuansing terus berupaya mendongkrak harga jual getah.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si terus berupaya memperjuangkan nasip petani karet agar harga jual bisa mahal sampai pada pengepul atau toke karet.

Upaya yang dilakukan Bupati tidak hanya sekedar memberikan pelatihan kepada  petani agar bisa menghasilkan kualitas yang baik, serta peningkatan kelembagaan bagi petani, peningkatan produksi, penanganan pasca panen, pengembangan bibit, hingga pemeliharaan kebun karet.

Namun, langkah yang dilakukan Bupati juga dengan melakukan penandatanganan MoU pengembangan industri hilir karet antara Balai Riset dan Standarisasi (BARISTAND) Industri Palembang dengan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Penandatangan MoU ini dilakukan Bupati H. Mursini bersama BARISTAND dalam kunjungan kerjanya ke Palembang, Rabu (16/9/2020) siang.

Bupati menyebutkan, untuk tahap awal produksi hilirisasi karet akan dibuat bahan yang mudah dijual seperti karpet dengan market penjualannya bisa di perkantoran, Bank, dan Instansi Pemerintah lainnya.

"Insya Allah sebagai tahap awal akan kita buat produksi hilirisasi yang muda dijual, seperti karpet maupun sendal, sehingga nantinya harga karet bisa meningkat dikalangan petani kita," kata Bupati.

Kedepannya menurut Bupati, bahan apa yang muda untuk di jual di Kuansing, itulah yang akan jadi prioritas pengembangan selanjutnya.

"Diharapkan dengan adanya Industri hilir karet ini akan dapat menjadi nilai tambah dan peningkatan pendapatan bagi para petani karet kita di Kuansing," harap Bupati.

Kemudian untuk pemerintah tentunya kata Bupati akan bisa menjadi salah satu sumber penerimaan daerah.

Sebagai langkah awal untuk pengembangan industri hilir karet di Kabupaten Kuantan Singingi, telah terbentuknya Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi, (APKARKUSI).

Asosiasi ini merupakan wadah  tempat berhimpunnya kelembagaan petani, berupa kelompok tani, gabungan kelompok tani, (Gapoktan) koperasi dan Unit Pengolahan Pemasaran Bokar (UPPB).

"Sejauh ini perkembangan Apkarkusi telah memiliki 15 kelembagaan petani dengan jumlah anggota 1.266 orang, luas lahan yang dikelolah 1.112 Ha," kata Bupati.

Dalam pengelolaannya sebut Bupati Apkarkusi fokus pada pemasaran Bahan Olahan Karet (Bokar) yaitu penjulan Bokar dengan sistim lelang dinamakan lelang satu waktu, satu harga, satu tempat dan satu mutu (lelang 4S).

Lelang yang dilakukan Apkarkusi di Kabupaten Kuantan Singingi ini, pertama baru ada di Riau, terbukti dengan penjualan lelang, telah mampu menaikkan harga Bokar dikalangan petani, dari harga umum 6000 - 7000 menjadi 9000 - 9500 kenaikan harga ini, manfaaatnya sangat dirasakan petani.

Untuk perkembangan selanjutnya, menurut Bupati Apkarkusi telah mendirikan dua unit badan yakni Koperasi Apkarkusi dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) keduanya sudah berbadan hukum.

"Koperasi Apkarkusi akan difokuskan untuk pemasaran Bokar dengan sistim pasar lelang komoditi (PLK) secara online menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan Kemenperin, sehingga jangkauannya lebih luas dan sistim ini baru pertama kali ada di Kuansing, se Indonesia," beber Bupati.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang