Selasa, 1 September 2020 17:56

Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen

Agustus 2020, Riau mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di delapan indeks kelompok pengeluaran.

Riauterkini-PEKANBARU-Agustus 2020, Riau mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,67. Inflasi Tahun Kalender (Agustus 2020 - Desember 2019) sebesar 0,97 persen dan Inflasi Year on Year (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) sebesar 0,80 persen.

"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, satu kota mengalami inflasi dan dua kota mengami deflasi. Kota yang mengalami inflasi yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,08 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi yaitu Kota Dumai sebesar -0,05 persen dan Kota Tembilahan sebesar -0,01 persen," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin, Selasa (1/9/20) saat menyampaikan berita resmi statistik melalui virtual.

Dikatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,51 persen, diikuti kelompok pendidikan sebesar 0,48 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya masing-masing sebesar 0,07 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Di sisi lain dua kelompok mengalami deflasi yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,44 persen dan kelompok transportasi sebesar -0,07 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga relatif stabil dibanding bulan sebelumnya," ungkapnya.

Komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada Agustus 2020, antara lain: emas perhiasan, minyak goreng, cabai merah, biaya sekolah dasar, beras, rokok putih, pisang, ikan asin teri, rokok kretek filter, ikan lele, obat gosok, pir, susu bubuk dan ban luar motor. Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: bawang merah, ayam hidup, daging ayam ras, tomat, jeruk, telur ayam ras, udang basah dan angkutan udara.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, enam belas kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen, diikuti oleh Kota Gunungsitoli sebesar 0,61 persen dan Kota Banda Aceh sebesar 0,44 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,02 persen.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang