Selasa, 11 Agustus 2020 11:26

Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN

Beberapa sektor ekonomi di Riau berikan kontribusi besar untuk negara. Sudah seharusnya Riau dapatkan APBN lebih besar.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, besarnya kontribusi provinsi ini hingga bisa disebut menjadi salah satu daerah penopang perekonomian nasioanal dinilai menjadi modal merayu pusat, untuk mendapatkan APBN.

Perekonomian Riau yang menjadi penopang perekonomian nasional sekaligus sumber utama perekonomian masyarakat Riau adalah sektor primer berbasis sumber daya alam.

Disebutkan juga, dalam acara webinar, Merayu APBN untuk Infrastruktur Riau Lebih Baik, ditaja Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau, di ruang Riau Command Center di lantai dasar Menara Lancang Kuning itu, diharapkan akan mendapatkan hasil maksimal.

"Sektor tersebut antara lain, pertanian, perkebunan dan kehutanan, serta sektor pertambangan. Kontribusi Riau terhadap nasional pada sektor-sektor tersebut cukup signifikan," kata Syamsuar, Selasa (11/8/20).

Dirincikan, bahwa sektor perkebunan yang memang memberikan kontribusi besar masih pada komoditi kelapa sawit, kelapa, karet dan sagu. Sawit misalnya, hingga kini tercatat sekitar 2,8 juta hektar dengan jumlah produksi 9,2 juta ton lebih.

"Kami berani mengklami bahwa sumbangan produksi dari Riau terbesar se-Indonesia, dan kontribusi Riau terhadap ekspor CPO secara nasional sebesar 40 persen," ungkap Gubri.

Dengan begitu, modal tambahan bersumber dari APBN itu, dapat membangun beberapa kegiatan prioritas. Sebut saja diantaranya masalah infrastruktur yang tersebar di kabupaten kota di Riau, yang saat ini banyak rusak.

Ada pun sektor primer lainnya yang perlu menjadi perhatian, adalah kelapa. Menurut mantan Bupati Siak ini, Riau saat ini memiliki luas perkebunan kelapa sekitar 422 ribu hektare dengan total produksi mencapai 391 ribu ton. Angka ini juga diklami terbesar se-Indonesia, atau 13,85 ton, total produksi kelapa di tanah air yakni 2,83 juta ton per tahun.

Lalu Riau juga memiliki perkebunan karet yang cukup luas. Dengan luasan sebesar 486 ribu hektare, dengan produksi 331 ribu Ton (9,6%), terbesar kelima se-Indonesia setelah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Jambi.

"Jika dilihat dari 3 komoditi di sektor perkebunan ini saja, sumbangsih Riau terhadap nasional sudah cukup memadai. Kebab itu tak ada salahkan kalau Riau 'merayu' APBN, dalam hal untuk mendukung infrastruktur lebih baik kedepannya," paparnya.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang