Sabtu, 8 Agustus 2020 19:07

Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Capai 1.248 Kasus, DPRD: Harusnya Ini Tidak Terjadi

Anggota DPRD Pekanbaru sayangkan meningkatnya jumlah penderita gizi buruk di Kota Bertuah. Pasalnya anggaran di Diskes dinilai sudah cukup.

Riauterkini - PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidy menyayangkan kasus stunting atau gizi buruk di Kota Pekanbaru per Januari 2020 lalu berkisar 1.248.

Yasser menyebut, sepatutnya hal ini tak boleh terjadi mengingat anggaran Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru yang terbilang cukup besar.

"Anggaran itu harus digunakan untuk mengatasi permasalahan seperti ini dan tidak lagi ada kasus gizi buruk yang diderita oleh balita Pekanbaru," jelasnya, Sabtu (08/08/2020).

Disebutkan Politisi PKS ini, Pekanbaru bercita-cita menjadi kota metropolitan dan smart city madani. sepatutnya kasus Stunting bisa ditekan hingga ketitik terendah.

Karena dari itu ia menegaskan bahwa Diskes Kota Pekanbaru harus bisa menekan angka pertambahan penyakit gizi buruk tersebut dengan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan atau memanfaatkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang mana saat ini dinilai juga kurang optimal dalam melayani kesehatan bayi ataupun balita.

"Covid-19 bukan menjadi alasan untuk Posyandu tidak melayani bayi ataupun balita, asalkan tetap dilengkapi dengan protokol kesehatan. Selain itu Posyandu juga harus punya inisiatif ataupun langkah untuk menghindari bayi dan balita dari gizi buruk," tandasnya. (parlementaria)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang