Selasa, 4 Agustus 2020 18:17

Dikendalikan Napi dari Jakarta, 3 Kurir Asal Sukabumi Diringkus Saat Menjemput Sabu di Pekanbaru

Jajaran Polresta Pekanbaru berhasul menangkap tiga kurir narkoba asal Suka Bumi. Jaringan narkoba antar provinsi ini di kendalikan napi di Jakarta.

Riauterkini-PEKANBARU-Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru sukses membongkar jaringan narkotika antar provinsi yang dikendalikan oleh narapidana dari Jakarta. Dalam pengungkapan itu, petugas pun meringkus 3 kurir asal Sukabumi, Jawa Barat, GR (40), YP (27), dan AL (24) saat hendak menjemput sabu-sabu di Pekanbaru, Sabtu (25/07/20) lalu.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya melalui Kasat Res Narkoba AKP Juper Lumban Toruan menjelaskan, ketiga tersangka tersebut diamankan oleh pihaknya setelah salah satu dari tersangka ketahuan membawa sabu-sabu saat dilakukan pemeriksaan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Modusnya, barang haram itu disembunyikan oleh tersangka di dalam sepatu yang mereka pakai.

"Pihak Avsec bandara (SSK II) kemudian koordinasi ke kita dan kita langsung mengamankan ke tiga tersangka di bandara. Para tersangka ini sengaja datang dari Sukabumi untuk menjemput sabu ke Pekanbaru atas perintah seorang napi di Jakarta. Sabu itu rencananya akan dibawa ke Sukabumi," ujarnya ketika memimpin ekspose tersangka dan barang bukti, Selasa (04/08/20).

Mantan Kapolsek Tampan ini menuturkan dari penangkapan tiga tersangka tersebut, pihaknya juga mengamankan barang bukti dengan total berat 839,79 gram. Sabu itupun berhasil diamankan petugas dari dua lokasi berbeda yakni Bandara SSK II dan hasil pengembangan di kantor JNE di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Lima Puluh.

"Awalnya sabu itu beratnya 1 kilogram lebih, tapi sempat dibuang oleh tersangka di closet bandara. Jadi jumlahnya menjadi berkurang. Para tersangka rencananya akan menggunakan jalur udara dan memakai jasa pengiriman paket JNE untuk mengantarkan sabu tersebut ke Sukabumi, namun kita gagalkan," tuturnya.

Dia menambahkan, dari pengakuan tersangka GR, ia mengajak dua rekannya, YP dan AL untuk melakukan pekerjaan sebagai kurir narkoba tersebut. Masing-masing dari mereka diupah sebesar Rp15 juta jika berhasil mengantarkan barang haram itu sampai ke Sukabumi. Tersangka GR sendiri, sambungnya, sudah tiga kali membawa sabu dari Pekanbaru ke Sukabumi dan untuk yang ketiga kali barulah dirinya tertangkap. 

"Sabu ini asalnya dari Pekanbaru. Namun, jaringan mereka dikendalikan oleh napi yang menjadi bandar besarnya. Napi di Jakarta," tutupnya.*(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang