Senin, 3 Agustus 2020 10:50

Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah

Setelah memahami manfaatnya, warga Desa Pangkalan Batang Barat Bengkalis mulai menanamnya. Diharapkan bisa menjadi desa mandiri energi.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat pada akhir tahun 2019 di Aula Kantor Desa Pangkalan Batang Barat tentang manfaat budidaya Kaliandra Merah oleh Sekjen DPP Asosiasi Petani Kaliandra Riau (Aspekari), warga desa Pangkalan Batang Barat Kabupaten Bengkalis telah melakukan budidaya secara mandiri dengan ditanam di bawah tanaman perkebunan karet dan pekarangan rumah.

Menurut Drs Abu Mansur selaku ketua DPD Aspekari Bengkalis, langkah ini sangat tepat sebagai alternatif untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap karet dan sawit sangat tinggi sedang harga komoditas tersebut disini selalu rendah.

"Secara umum, sela-sela kebun karet milik masyarakat di bengkalis belum dioptimalkan dengan tanaman sela, cenderung tumbuh gulma dan tidak memiliki nilai tambah bagi petani, sehingga saya merekomendasikan kepada masyarakat untuk membudidayakan kaliandra merah," terangnya.

Lebih lanjut Abu Mansur berniat akan terus menyampaikan kepada masyarakat terkait potensi ini. Ia berharap semua masyarakat desa di Kabupaten Bengkalis, bukan hanya warga Desa Pangkalan Batang Barat bersama-sama membudidayakan tanaman ini.

"Apalagi jika melihat potensi ternak dan potensi madu dari nextar bunga kaliandra. Agar bengkalis mampu menjadi icon ternak dan madu serta masyarakatnya lebih sejahtera, imbuhnya.

Dengan budidaya kaliandra merah ini, tambahnya, nantinya petani bisa mendapat manfaat dari nextar bunganya sebagai pakan lebah madu. Sehingga masyarakat bisa beternak lebah karena sumber pakan lebah telah tersedia.

Terakhir Abu Mansur berharap, agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis turun tangan membantu masyarakat minimal untuk membeli bibit ini. Bahkan setelah nanti pakan cukup tersedia, agar pihak pemda dapat membantu membangunkan kandang ternak berikut pengelolaan biogasnya sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi peternak.

Hal senada disampaikan oleh sekjen Aspekari Riau, Mujiono, SE. Menurutnya upaya budidaya Kaliandra Merah sangat tepat dalam rangka mewujudkan desa mandiri pangan dan energi dengan memanfaatkan sela-sela tanaman perkebunan serta di pekarangan rumah maupun lahan-lahan tidur masyarakat.

"Kami merekomendasikan kepada masyarakat agar membudidayakan kaliandra merah sebagai opsi untuk menambah sumber pendapatan. Ketika harga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit jatuh, setidaknya masyrakat masih memiliki tambahan pendapatan lain yaitu dari kaliandra merah ini," ujarnya..

Kaliandra merah menurutnya merupakan energi hijau ramah lingkungan. Dengan budidaya ini desa akan memiliki cadangan energi. Karena batang kaliandra merupakan bahan baku pembuatan wood pellet sebagai energi alternatif pengganti batu bara. .

Disamping itu juga, tambahnya, dengan budidaya kaliandra merah secara bersama sama, masyarakat juga memperoleh manfaat daun sebagai tambahan sumber pakan ternak. Bahkan daun kaliandra merah bisa diolah menjadi pelet hijau untuk pakan ikan maupun unggas. .

"Dengan tersedianya pakan yang cukup, peternak akan bisa mengandangkan ternak pada satu tempat sehingga kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Bahkan, limbah biogas ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pupuk untuk tanaman padi maupun tanaman pangan lainnya," pungkasnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang