Selasa, 14 Juli 2020 13:04

Pandemi Covid-19, Perpustakaan Soeman Hs Optimalkan Layanan Digital

Saat pandemic Covid-19, terjadi penurunan jumlah pengunjung di Perpustakaan Soeman Hs. Layanan digital pun dioptimalkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Selama Pandemi Covid-19 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau. Selaku institusi plat merah yang mengelola perpustakaan Soeman HS itu, Dispersip memberikan pelayanan secara digital dan pelayanan langsung kepada masyarakat dengan aturan protokol kesehatan tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dispersip Provinsi Riau, Rahima Erna di Pekanbaru, Senin (13/7/2020). Ia menjelaskan, perpustakaan Soeman HS tetap memberikan dua pelayanan, pertama masyarakat bisa langsung datang dengan mematuhi aturan protokol kesehatan dan ke dua dengan pelayanan buku digital yang bisa diakses secara online.

“Jadi tidak ada permasalahan dalam pelayanan pemustakaan. Di masa pandemi Covid-19 kita meningkatkan pelayanan work from home, melalui sistem digitalisasi yakni perpustakaan digital https://dipersip.riau.go.id/online dengan memberikan informasi link yang dapat pemustaka akses secara gratis melalui aplikasi online i digital, program digital i perpustakaan nasional dan perpustakaan i digital Pekanbaru,” kata Rahima.

Disampaikan Rahima, bahwa selama Covid-19 jumlah pengunjung perpustakaan Soeman HS mengalami penurunan yang sangat drastis,karena sebelumnya di kota Pekanbaru beberapa bulan lalu diberlakukan Pembatasan Sosial Besekala Besar (PSBB). Sementara dalam kondisi new normal saat ini, Dispersip Riau lebih banyak memaksimalkan dan memanfaatkan pelayanan webinar. Hal ini dilakukan agar program peningkatan, pengembangan serta membudayakan literasi.

“Namun untuk anak-anak yang belajar dari rumah perlu didampingi orang tua, karena peran literasi yang disampaikan bukan hanya membaca, menulis saja. Tujuan literasi ini untuk menciptakan SDM unggul dan literasi perpusatakaan yang berpengaruh pada tingkat inovatif dan kesejahteraan,” tutur Rahima.

Rahima juga menyampaikan, saat ini Dispersip Provinsi Riau, menargetkan agar satu desa di Riau memiliki satu perpustakaan. Dari 1.582 desa dan kelurahan yang ada di Riau, sampai saat ini perpustakaan desa yang ada hanya 518 desa.

“Indikator dari perpustakaan desa adalah terwujudnya desa mandiri, ketika perpustakaan tidak terbentuk di desa tersebut maka tidak mungkin status desanya desa mandiri. Data kami, yang terbentuk baru 518, seharusnya 1.582 perpustakaan. Untuk menggiatkan literasi seharusnya satu desa, satu perpustakaan," ungkap Rahima.

Menurutnya, hadirnya perpustakaan berpengaruh kepada tingkat inovatif dan kesejahteraan masyarakat. Artinya, transformasi perpustakaan adalah inklusi sosial. “Saat ini kami sedang menggiatkan literasi, kami terus berupaya agar satu pustaka satu desa," ujar Rahima.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang