Kamis, 9 Juli 2020 08:31

Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri

Akhir hidup yang tragis dipilih seorang ibu mid di Pelalawan. Ia tewas dengan membakar diri di bawah kelapa sawit.

Riauterkini-PELALAWAN - Seorang ibu muda RN (26) warga RT 02/RW 05 Jalur 11 Desa Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan ditemukan meninggal pada Rabu (8/7/2020) sekira pukul 04.15 Wib dini hari.

Korban ditemukan sudah hangus dibawah pohon sawit yang berada dibelakang rumahnya, kuat dugaan ia melakukan bunuh diri dengan cara membakar dirinya, karena didekat diri korban ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah mancis warna putih, bekas baju terbakar warna biru, bekas jerigen terbakar, dan Perhiasan milik korban berupa kalung, cincin dan anting.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, S.Ik, melalui Kasubbag Humas Polres Pelalawan IPTU Edi Haryanto kepada awak media, Kamis (9/7/2020) menjelaskan, bahwa pada hari Rabu (8/7/2020) Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Nazaruddin, SE mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sari Makmur AIPDA P. Harahap perihal adanya warga yang meninggal karena bunuh diri.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek langsung memerintahkan Unit Reskrim Polsek Pangkalan Lesung dan piket SPK untuk ke TKP. Dan sesampainya di TKP, tim melihat korban dalam kondisi sudah di bungkus dengan kain dan diletakkan di ruang rumah orang tua korban.

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh pihak keluarga dan pihak desa serta tokoh masyarakat, tim meminta kepada keluarga untuk membuka kain pembungkus mayat tersebut, dan setelah di cek bahwa benar korban sudah dalam kondisi hangus dan tegang.

Kemudian tim melakukan pengecekan TKP, korban diduga membakar diri tepatnya di dekat batang sawit di belakang rumah yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah, dan di TKP ditemukan barang bukti. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Pangkalan Lesung guna dilakukan visum.

Menurut keterangan saksi 1 yang merupakan bapak kandung korban, saksi 1 terbangun pada pukul 04.00 wib dan mendengar anak dari korban yang masih bayi menangis, kemudian saksi 1 menanyakan kepada saksi 2 (ibu kandung korban) mana RN, dan dijawab saksi 2 "mungkin buang air".

Bapak korban berusaha memanggil dan mencari ke kamar mandi namun korban tidak ditemukan. Kemudian saksi 1 (Bapak korban) berusaha mencari keluar rumah, saat berada di belakang rumah, saksi 1 melihat ada sesosok mayat yang telah tergeletak di dekat pohon sawit. Dan ketika didekati saksi 1 terkejut bahwa mayat tersebut merupakan anaknya yang bernama RN sudah dalam kondisi hangus, dan didekat korban ada bau bensin yang menyengat serta ada bekas jeregen bensin dan mancis. Kemudian saksi memberitahukan kepada masyarakat setempat.

Menurut keterangan saksi 2, lanjut Edi, yang merupakan ibu kandung korban, beberapa hari belakangan korban sering termenung tidak seperti biasa, namun tidak ada tingkah laku yang aneh lainnya. Namun korban sering menyendiri, dan setelah ditanya, korban tidak ada mengatakan ada masalah.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Harry dari Puskesmas Pangkalan Lesung, menurut dokter, terhadap korban tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan luar pada tubuh korban dan pihak Puskesmas menyarankan untuk mengetahui penyebab kematian agar dilakukan otopsi di rumah sakit Pekanbaru.

Namun atas permintaan keluarga korban, keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap korban dengan dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi yang ditanda tangani oleh keluarga korban, dan di saksikan pihak desa, tokoh agama serta pihak Kecamatan Pangkalan Lesung.

"Sekira pukul 09.15 wib, terhadap jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka yang dikawal pihak kepolisian untuk diserahkan kepada keluarga," tutup Edi Haryanto. (Cho)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang