Rabu, 8 Juli 2020 13:19

Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol

Terdakwa korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin dipindah KPK ke Pekanbaru. Ia tiba di Rutan Sialang Bungkuk dengan tangan diborgol.

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan terdakwa korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin ke Rutan Kelas I Pekanbaru, Jalan Sialang Bungkuk. Ia tiba sekitar pukul 11.42 WIB, Rabu (8/7/20). Amril Mukminin menggunakan rompi orange tahanan KPK dengan tangan diborgol. Empat petugas mengawalnya.

Pemindahan Amril Mukminin mengikuti prokotol kesehatan. Selain menggenakan masker, saat turun dari mobil, Amril Mukminin dan petugas juga mencuci tangan terlebih dahulu juga dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke Rutan Kelas I Pekanbaru.

Tak ada satu patah katapun diucapkan Amril Mukmini menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. Demikian juga dengab keempat petugas yang mengawalnya. Semua bungkam.

Sementara itu, pelaksana tugas atau Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam penjelasan persnya menjelaskan, bahwa Amril diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT390. Berangkat pukul 09.00 WIB.

KPK memindahkan penahanan Amril ke Rutan Klas I Pekanbaru setelah ada penetapan dari majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina. Sebelumnya, Amril ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Penetapan pemindahan rumah tahanan dilakukan hakim atas permohonan Amril dan penasehat hukumnya. Permohonan itu disertai dengan surat dari Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM yang mengizinkan pemindahan setelah ada penetapan hakim.

Setelah pemindahan itu, Amri akan mengikuti persidangan di Pekanbaru pada Kamis (9/7/2020). Persidangan tetap dilakukan secara online, dengan Amril berada di Rutan Klas I Pekanbaru.

Sebagai data pengingat, Amril didakwa JPU KPK dalam perkara dugaan suap sebesar Rp5,2 miliar. Dia juga menerima grarifikasi Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha perkebunan yang diberikan melalui istrinya, Kasmarni.

Amril dijerat dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.***(rul)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang