Rabu, 8 Juli 2020 09:40

Bersama Bright Gas, UMKM Riau Bertahan Lawan Corona

Bbermitra dengan Bright Gas membuat UKM Riau tangguh. Bertahan di tengah Pandemi Corona.

Riauterkini - PEKANBARU - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai lokomotif ekonomi domestik, kini tertatih akibat pandemi. Penyerap 96 persen tenaga kerja Indonesia ini, merana terdampak Corona. Penurunan usaha hingga 75 persen, diderita oleh 43 persen usaha mikro dan 40 persen usaha kecil. Alhasil, 47 persen pelaku UMKM mengaku hanya mampu bertahan hidup hingga Agustus 2020.

Begitulah temuan Survei Kajian Cepat Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kinerja UMKM Indonesia yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sementara demi mendukung UMKM berjuang dari tekanan ekonomi akibat pandemi, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) I menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement.

"PK Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bangkit kembali. Disamping itu, juga menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM," ujar General Manager Pertamina MOR I, Gema Iriandus Pahalawan dalam siaran persnya

Sambung Gema, PK Pinky Movement, juga mendorong UMKM untuk menggunakan elpiji non subsidi melalui program konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas. Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi.

Sedangkan Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan program ini mendapat sambutan antusias dari pelaku UMKM. “Hingga kini, 22 pelaku UMKM dari Provinsi Riau, Sumut, Aceh, dan Sumbar telah bergabung dalam PK Pinky Movement,” ujarnya.

Dalam program ini, pihaknya salurkan dana permodalan kepada UMKM sebesar Rp 2.375.000.000. Dimana terinci untuk 7 UMKM yang ada di Riau disalurkan sebanyak Rp. 375 juta. Kemudian 6 pelaku UMKM di Sumut senilai Rp. 470 juta. Lalu 6 UMKM di Aceh mendapatkan dana permodalan Rp. 1,1 miliar. Terakhir, sebesar 430 juta disalurkan kepada 3 UMKM di Sumbar.

Seluruh UMKM yang menerima dana permodalan, telah beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg. Hal ini dipermudah dengan program gratis tukar tabung elpiji 3 kg ke elpiji Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Plus diskon isi tabung senilai hingga Rp. 136.600,- per tabung.

“Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka,” ujar Roby.

Pemilik kedai oleh-oleh Nafeesa Snack, Parmono yang merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengikuti PK Pinky Movement menjelaskan, mengolah makanan ringan menggunakan Bright Gas mempermudah pekerjaannya karena aman dan nyaman.

“Bright Gas sudah menjadi pilihan saya dalam mengolah makanan sejak satu tahun lalu. Bright Gas mudah ditemukan dan isinya dipastikan terjamin. Beruntung sekali saat ini Pertamina juga memiliki program bersama Bright Gas dalam bentuk Program Kemitraan Pinky Movement, sehingga saya juga bisa mendapatkan pinjaman kredit ringan,” kata Parmono.

Untuk diketahui, bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti program PK Pinky Movement, dapat menghubungi melalui telepon Pertamina 135 maupun mengakses situs http://www.pertamina.com/id/program-kemitraan.***(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang