Selasa, 7 Juli 2020 21:09

Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon

Menyusul gas melon di pangkalan diduga dijual tidak sesuai dengan ketentuan HET, PC PMII mendesak agar Disdagperin memanggil pangkalan gas bersubsidi untuk masyarakat miskin tersebut.

Riauterkini-BENGKALIS- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bengkalis mendesak agar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis memanggil seluruh pangkalan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) atau gas melon.

Pasalnya, menurut PC PMII harga jual di sejumlah pangkalan di daerah ini tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) semestinya dan dikeluhkan oleh pengguna gas khusus untuk masyarakat miskin itu.

Sebelumnya, terkait dengan persoalan tersebut, PC PMII juga mengikuti audiensi bersama Komisi III DPRD Bengkalis dan Disdaperin dipimpin Ketua Komisi III, H. Adri dan dihadiri Kepala Disdagperin, H. Indra Gunawan.

"Terkait harga gas elpiji 3 kg yang tidak sesuai dengan HET yang telah ditetapkan oleh Pemda Nomor : 232/KPTS/V/2015 tentang HET tabung gas 3 kg di Kabupaten Bengkalis. Sehingga mengakibatkan masyarakat menjerit, apalagi saat ini sedang pandemi covid-19," ungkap Koordinator PC PMII Kabupaten Bengkalis, Isnawi kepada riauterkini.com, Selasa (7/7/20).

Menurut Isnawi, tingginya harga gas melon diatas HET yang terjadi diduga karena pangkalan-pangkalan nakal, seperti yang menjual dengan harga Rp24 ribu-30 ribu ketika langka dan juga banyak pengecer ilegal yang tidak mempunyai surat izin.

"Kami PC PMII mendesak agar Disdagperin untuk memanggil pangkalan-pangkalan agar menerapkan aturan yang telah ditetapkan, ini pekerjaan rumah agar segera dituntaskan dua pekan kedepan. Dan apabila permasalahan ini tidak direalisasikan maka PC PMII akan siap untuk turun ke jalan," kata Isnawi lagi.

Terpisah, Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, H. Indra Gunawan menanggapi desakan PC PMII menyebutkan, sangat mendukung aspirasi yang disampaikan oleh PC PMII tersebut.

Disdagperin segera menindaklanjuti, bahwa pemanggilan terhadap pangkalan-pangkalan yang menjual gas melon dengan harga diatas HET sudah direncanakan.

"Akan segera ditindaklanjuti dan sudah kita rencanakan untuk melakukan pemanggilan sejumlah pangkalan yang menjual gas subsidi tidak sesuai HET. Namun karena pandemi covid-19 menjadi tertunda dan saat ini kita sedang konsentrasi melaksanakan pasar murah di sejumlah kecamatan untuk tahap dua," terang H. Indra Gunawan meyakinkan.***(dik)

Foto : Isnawi, Koordinator PC PMII Kabupaten Bengkalis

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang