Senin, 6 Juli 2020 12:50

Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau

SMAN 4 Mandau, Bengkalis digeruduk puluhan warga Tegar. Mereka protes anak-anaknya tak diterima sebagai murid baru.

Riauterkini - DURI - Gerah akan aturan yang dibuat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Mandau yang hanya membuka 8 Rombongan belajar (Rombel), Senin (6/7/20), puluhan anak dan orang tua dari Dusun Tegar menggeruduk satu satunya SMAN yang ada di Kelurahan Pematang Pudu itu.

Aksi tersebut cukup beralasan, pasalnya tahun sebelumnya SMAN 4 Mandau membuka sedikitnya 10 rombel, namun ditahun ini, rombel tersebut mengerucut menjadi 8 rombel saja. Efeknya, puluhan warga tempatan harus gigit jari tercecer dari perebutan sekolah lingkungan itu.

Tercecernya warga tempatan tersebut, akhirnya menimbulkan kekecewaan dan ketidak sabaran hingga nyaris memaksa warga untuk menyegel sekolah itu, beruntung pihak sekolah dapat menenangkan rencana aksi tersebut.

"Kami mohon agar kiranya pihak sekolah dapat menyampaikan niat kami ini sekaligus mendesak agar Dinas Provinsi secepatnya mengakomodir anak lingkungan Pematang Pudu untuk bersekolah disini dengan jumlah total sebanyak 60 anak,"ujar salah seorang tokoh masyarakat Tegar yang juga salah seorang Ketua RT, Hendri Tambunan.

Kepala SMAN 4 Mandau, Fakhrurrazi didampingi Ketua PPDB, Juliana usai menerima aspirasi puluhan warga Dusun Tegar itu berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau."Sebelum pengumuman penerimaan peserta didik baru beberapa waktu lalu, kami juga sudah mengajukan penambahan rombel secara resmi, namun seluruhnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan. Mudah mudahan secepatnya diakomodir,"ungkapnya.

Terpisah, Menanggapi aksi maayarakat Dusun Tegar, Kelurahan Pematang Pudu itu, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Mira Roza secara tegas mendesak kepada Dinas Pendidikan agar segera merealisasikan penambahan rombel agar hak setiap warga negara akan pendidikan terpenuhi dan tentunya melalui aturan dasar Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses dan nomor 44 tahun 2019 tentang PPDB.

Usai diterima pihak SMAN 4 dan mendapatkan jawaban yang cukup melegakan, puluhan masyarakat tampak membubarkan diri dengan tertib dan akan tetap berada disekolah jika keinginam mereka tidak diakomodir.*(hen)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang