Kamis, 2 Juli 2020 18:20

Tambah Pos Chek Point Covid-19, Dishub Riau Sebut Perbatasan Masih Dijaga Ketat

Satu posko chek poin ditambah di perbatasan, total enam titik. Dishub Riau sebut, setiap perbatasan masih dijaga ketat.

Riauterkini - PEKANBARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau kembali menambah posko chek point di daerah perbatasan yang ada di Riau. Penambahan tersebut dalam rangka meningkatkan pengendalian serta ansipasi penularan Covid-19 kembali masuk ke Riau.

Posko chek point yang ditambah tersebut berada di daerah Kabupaten Rokan Hulu tepatnya di Kecamatan Tambusai yang berbatasan dengan Sumatera Utara (Sumut).

"Penambahan posko chek point ini sesuai pertimbangan dan juga sesuai pengalaman jika di daerah perbatasan ini termasuk rawan karena jalan lintas yang tidak hanya ke Riau," kata Sekretaris Dishub Riau, Raja Saspi Kurniawan, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau, Gedung Daerah, Kamis (2/7/20).

Dijelaskannya, meski sudah ada tndakan tegas dari petugas di posko chek poin, hingga saat ini ternyata masih banyak pelanggaran yang dintemukan petugas di perbatasan. Yaitu terkait penerapan protokol kesehatan pada penumpang kendaraan, baik ditingkat penggunaan masker maupun pada physical distancing dan sosial distancing.

"Jumlah pelanggaran tersebut mencapai ribuan kasus yang sebelumnya sudah di berikan tindakan seperti teguran dan juga meminta putar balik sesuai penegasan yang disampaikan gugus tugas sebelumnya, ujarnya.

Dengan adanya penambahan posko chek point ini katanya, jumlah chek point di perbatasan daerah Riau saat ini sudah berjumlah sebanyak 6 posko yang sebelum hanya 5 posko. Sedangkan untuk personilnya berjumla sekitar 23 personil yang terus berjaga setiap hari.

"Personil yang bertugas di posko chek point ini juga merupakan petugas gabungan dari, Dishub sendiri, TNI, Polri, Satpol PP dan lainya yang jugadari masing-masing daerah" ujarnya

Lebih lanjut Raja Saspi berharap, dengan terus ditingkatkannya pengamanan di aerah perbatasan ini, penularan Covid-19 di Riau bisa di cegah dengam maksimal. Terutama dari penularan orang yang masuk ke Riau

"Perbatasan ini akan terus dijaga ketat, sesuai arahan sebelumnya untukntahap ini masih akan dilakukan sampai Agustus 2020. Yang pasti dengan pemberlakukan ini kita bisa mengawasi dan mencegah bertambahnya penularan Covid-19 di Riau," ungkapnya.

Selain itu, dipaparkan juga Dinas Perhubungan juga telah mencatat sepanjang pemberlakukan new normal, sebanyak 196 unit kendaraan yang melintasi perbatasan Riau diberlakukan sanksi putar balik.

"Sanksi itu kami berlakukan atas pelanggaran - pelanggaran yang telah mereka lakukan. Terutama terhadap persyaratan-persyaratan dan ketentuan angkut penumpang sebagaimana yang telah ditetapkan dalam ketentuan berlaku," jelas Saspi.

Dia merincikan sejak dimulai pada 09-30 Juni 2020 (selama masa pemberlakukan new normal) di perbatasan Riau-Jambi (Kemuning) terdapat 10 unit kendaraan yang disuruh putar balik. Kemudian di Perbatasan Riau-Sumbar ada 1 unit kendaraan yang diputar balik.

Lalu di posko check point 13 Koto Kampar juga perbatasan Pekanbaru-Sumbar terdapat 161 unit kendaraan yang diputar balik. Sedangkan di Poko Dalu-Dalu ada 1 kendaraan, Posko Bagan Batu 8 kendaraan dan Posko Tambusai 0 kendaraan yang disanksi putar balik.

"Akumulasi total ada 196 unit kendaraan di perbatasan yang diberi sanksi putar balik selama new normal diberlakukan," pungkasnya***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang