Kamis, 2 Juli 2020 15:39

Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa

Rektor UIN Suska mengajak para mahasiswanya untuk berdialog, membahas transparansi Uang Kuliah Tunggal yang memicu terjadinya aksi demo di kampus itu.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sejak Selasa (30/06/20) hingga saat ini Kamis (02/07/20), gelar aksi protes dengan menduduki gedung rektorat terkait dikeluarkanya Surat Keputusan Rektor no.1009/R/2020 tentang Mekanisme Peringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Suska Riau dampak mewabahnya Covid-19 yang dinilai tidak berpihak kepada mahasiswa, Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin akan ajak dialog mahasiswa pada Senin (06/07/20) mandatang.

Respon pimpinan UIN Suska Riau atas aksi sejumlah mahasiswa itu disampaikan setelah pihaknya melakukan rapat internal. Dimana keputusan rapat itu salah satunya yakni menerima mahasiswa untuk berdiskusi awal pekan depan.

"Kita akan ajak dialog, sebelumnya kita sudah utus perwakilan untuk menjumpai mahasiswa, namun memang belum membuahkan hasil," terang Akhmad Mujahidin kepada riauterkini.com, Kamis (02/07/20).

Ia mengatakan dialog itu akan dilaksakan dengan tatap muka langsung di lantai 5 gedung Rektorat itu. Untuk itu, kebijakan protokol Kesehatan Covid-19 ak dilakukan. Seperti pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Kita mengimbau agar para mahasiswa itu menyiapkan naskah akademik yang mau didialogkan, dan diserahkan kepada Kepala Biro AUPK atau Kabag Akademik selambat lambatnya besok," paparnya.

Dengan keputusan ini tambahnya,maka Ia meminta agar mahasiswa yang melakukan aksi itu meninggalkan gedung rektorat yang hingga kini masih diduduki sejumlah massa aksi itu. "Kita imbau agar mereka meninggalkan gedung rektorat, agar pelayanan administrasi di ingkungan UIN Suska Riau berjalan normal kembali," tuturnya.

Sementara itu, Dewi Sari Selaku Korlap Aksi mengatakan, meski telah dikeluarkan surat keputusan rapat pimpinan yakni ajakan dialog pada pekan depan, pihaknya tidak akan membubarkan diri dan memilih bertahan di gedung rektorat tersebut.

"Tidak akan bubar, kami akan tetap menunggu di sini sampai pak rektor datang, Itu komitmen kami," tergasnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa itu menuntut tiga point aspirasi. Yakni transparansi anggaran kampus, pemangkasan UKT sebesar 15 persen untuk seluruh mahasiswa dan 50 persen untuk mahasiswa yang telah semester akhir, terakhir yakni memberikan fasilitas kuliah daring berupa kuota internet 30GB setiap bulan dan SOP kuliah daring.

Sebelumnya dalam aksi ini massa sempat melakukan pembakaran ban di depan gedung tersebut. Bahkan massa juga menduduki gedung dengan menginap beberapa malam di sana. Aksi ini juga sempat mendapat perlawanan dari pihak kemanan kampus yang sempat mengusir para mahasiswa untuk membubarkan diri. Namun, hingga kini massa aksi masih bertahan di gedung tersebut.*(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang