Rabu, 17 Juni 2020 16:39

Rumah Terancam Ambruk Akibat Abrasi, Warga Rambah Hilir Minta Bupati Rohul Bangun Turap

Abrasi terjadi di aliran sungai Batang Lubuh mengancam sejumlah rumah warga Desa Rambah Hilir mendapat perhatian dari Bupati Rohul.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Abrasi terjadi di aliran sungai Batang Lubuh mengancam sejumlah rumah warga Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Saat dikunjungi Bupati Rohul H Sukiman, warga yang rumahnya nyaris ambruk akibat abrasi mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul membangun turap atau penahan tebing.

Saat kunjungan kerjanya di Kecamatan Rambah Hilir, menyalurkan BLT-DD dan Tibako tahap dua di Desa Rambah Hilir, Bupati Rohul menyempatkan diri mengunjungi kawasan pemukiman warganya yang terancam abrasi.

Di sela kunjungan tersebut, Bupati Rohul Sukiman mengaku telah melihat langsung kondisi rumahnya warganya yang terancam ambruk akibat abrasi di aliran sungai Batang Lubuh.

"Pertama yang harus dibenahi adalah masalah sampah, tadi sudah saya instruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu untuk mengatasinya," jelas Bupati Rohul Sukiman dikonfirmasi Media Center Diskominfo Rohul di sela kunjungannya, Selasa (16/6/2020).

Bupati Sukiman mengatakan juga telah memerintahkan Dinas LH Rohul, dan melihat langsung kondisi lapangan, mengecek dan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat agar sampah di Pasar Muara Rumbai dibersihkan.

Terkait keinginan warga dibangunkan turap di dekat pemukiman yang berada di bibir tebing, dan terancam abrasi, Bupati Sukiman mengaku disampaikan ke Dinas PUPR Rohul.

"Pemkab Rokan Hulu akan berupaya membangun turap penahan tebing, apalagi membahayakan rumah warga yang tergerus longsor," ujarnya.

"Jika APBD kita terbatas untuk membangun turap ini, solusi lain tentu kita akan jemput bola mencari anggaran, baik melalui APBD provinsi, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) Sumatera, atau ke pemerintah pusat melalui Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR yang memiliki kewenangan pembangunan didaerah aliran sungai," tambah orang nomor satu di Kabupaten Rohul ini.

Di lain waktu, Kepala Desa Rambah Hilir Romi Yuliandra SE, menerangkan masalah sampah yang menumpuk di desanya karena terkendala transportasi pengangkutan. Untuk lahan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA bisa disiapkan pemerintah desa setempat.

"Saat ini tidak memungkinkan mengangkut sampah pakai gerobak dorong, tapi kita sudah minta minimal kendaraan roda tiga ada box-nya, atau L300, tapi belum ada. Sementara lokasi tanah bisa kita siapkan dari desa," jelas Romi.

Romi mengungkapkan panjang turap atau penahan tebing yang perlu dibangun pemerintah sepanjang sekira 500 meter, dengan kedalaman antara 50 meter sampai 100 meter.

"Kondisi rumah warga semakin dekat dengan bibir tebing, begitu buka pintu rumah maka nampak langsung sungainya," ungkap Kades Rambah Hilir.

Romi menuturkan permintaan warga membangun turap serta masalah sampah yang terjadi di desanya mendapat respos positif dari Bupati Rohul, dan akan memanggil seluruh instansi terkait.

"Respon pak Bupati cukup bagus, dan beliau akan memanggil dinas terkait untuk permasalahan sampah. Untuk masalah turap sendiri akan dibicarakan lagi," pungkas Kades Rambah Hilir.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang