Jum’at, 5 Juni 2020 18:46

Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Gas disinyalir berbahaya ditemukan saat penggalian sumur bor Pemdes Seluti, Inhu. Penghentian penggalian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Pertamina EP Lirik Field.

Riauterkini-RENGAT-Penggalian sumur bor yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Seko Lubuk Tigo (Seluti) Kecamatan Lirik, Inhu dihentikan sementara, pasca ditemukanya gas dari sumur tersebut yang disinyalir berbahaya.

Dihentikanya penggalian sumur bor yang dilakukan Pemdes Seluti, Lirik pasca ditemukanya gas yang keluar dan disinyalir berbahaya, disampaikan Jailis Kades Seluti kepada riauterkinicom Jumat (5/6/20) saat dikonfirmasi malalui selulernya.

"Untuk sementara penggalian sumur bor yang terletak di kantor Desa Seluti dihentikan, penghentian ini hanya sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Pertamina EP Lirik Field. Berbahaya tidaknya gas yang keluat dari sumur bor tersebut," ujarnya.

Penggalian sumur bor yang telah berlangsung selama seminggu tersebut terpaksa dihentikan sementara pasca keluarnya gas saat penggalian yang diperkirakan mencapai 70 meter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat areal tersebut sejak dahulu masuk dalam area ekplorasi Migas.

Camat Lirik Sani Santos saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pekerjaan sumur bor di Desa Seluti dihentikan sementara, pasca keluarnya gas dari dalam sumur bor yang sedang dikerjakan tersebut. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingkan.

"Iya dihentikan sementara, tadi pagi Pak Kadesnya nelpon saya memberitahukan bahwa pekerjaan sumur bor dihentikan sementara, sambil menunggu hasil pemeriksaan pihak Pertamina EP Lirik Field yang telah turun kelapangan," tegasnya.

Dihubungi terpisah Yong Mursito Ardy dari Pertamina EP Lirik Field membenarkan pihak Pertamina EP Lirik Field telah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan gas yang berada di sumur bor Desa Seluti. Dimana dari hasil pengukuran dilokasi (dalam sumur) tidak ditemukan kandungan gas mudah terbakar maupun berbahaya. Kemungkinan gas atau suara yang timbul berasal dari gas rawa yang terperangkap didalam lapisan tanah atau aliran air tanah.

"Namun demikian, saran kami agar kegiatan penggalian sumur dihentikan sementara waktu, hingga kondisi aman dan di sekitar titik galian agar di steril dari kegiatan. Terutama aktifitas yang menimbulkan api. Bila perlu disiapkan air dan atau pasir sebagai media pemadam bilamana timbul api," jelasnya. *** (guh)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang