Rabu, 3 Juni 2020 15:59

Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan

Ibu tiga anak yang ditangkap karena mencuri r tandan buah kelapa sawit di areal PTPN V Sei Rokan, Rohul, dijatuhi hukuman percobaan.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Rica maria Boru Sumatupang alias Rika (31 tahun), terdakwa perkara pencurian buah sawit di areal PTPN V Sei Rokan, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).‎

Sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dengan Hakim Tunggal Rudy Cahyadi‎ SH, Selasa (02/06/2020), menjadi perhatian banyak pihak dan sempat viral di dunia maya, karena terdakwa Rika yang hanya mencuri 3 tandan TBS kelapa sawit di perkebunan PTPN V Sei Rokan harus diajukan pengadilan.

‎Pada sidang Tipiring, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, Rudy Cahyadi, dengan Panitera Pengganti Suridah SH, menjatuhkan hukuman percobaan terhadap terdakwa Rika karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian ringan.

Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap‎ terdakwa dengan pidana kurungan selama tujuh hari dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani, kecuali di kemudian hari‎ ada perintah lain dalam putusan hakim yang telah berkuatan hukum tetap oleh karena tindak pidana lain sebelum percobaan selamaa dua bulan.

‎"Jadi selama dua bulan masa percobaan dia (Rika) dipantaulah untuk tidak mengulangi tindak pidana," jelas majelis hakim PN Pasir Pengaraian, Rudy Cahyadi didampingi Humas PN Pasir Pengaraian Irpan Hasan Lubis SH menjawab riauterkini.com, Rabu (03/06/2020).

"Kalau kita tahan siapa yang mengurus tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Dan karena rasa kemanusiaan kita jatuhkan hukuman percobaan," tambah Rudy dan mengaku Rika membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

Rudy mengungkapkan di persidangan, Rika, warga Langgak Desa Koto Tandun Kecamatan Tandun‎, mengakui perbuatannya dan menyesal telah melakukan‎ pencurian 3 tandan buah sawit di areal PTPN V Sei Rokan untuk kebutuhan membeli beras.

Kepada majelis hakim Rika mengaku di tengah pandemi Covid-19 dan belum adanya kiriman dari suaminya yang sedang merantau di luar daerah, dirinya tergiur ikut mencuri buah sawit di perkebunan PTPN V Sei Rokan karena diajak dua temannya.

Naas, saat sedang beraksi, Satpam perusahaan yang sedang patroli memergoki Rika dan dua temannya yang sedang mencuri. Kedua temannya berhasil kabur, sedangkan Rika tertangkap dan diserahkan ke Polsek Tandun untuk diproses hukum.

Saat ditangkap Satpam, barang bukti yang diamankan dari lokasi ada tiga tandan buah kelapa sawit dengan nilai tidak sampai Rp100 ribu, serta satu bilah egrek bergagang kayu.

‎Sementara itu, Humas PN Pasir Pengaraian Irpan Hasan Lubis SH mengatakan selama hukuman percobaan‎ Rika tidak wajib lapor ke Polsek Tandun, namun selama dua bulan hukuman percobaan dirinya harus puasa melakukan segala bentuk tindak pidana terhitung 2 Juni hingga Agustus 2020.

‎Sidang Rika dengan perkara pencurian tiga tandan buah kelapa sawit di areal PTPN V Sei Rokan ini menjadi perhatian banyak pihak di Kabupaten Rohul. Bahkan, usai persidangan Ketua PN Pasir Pengaraian Sunoto SH, MH, tampak menyelipkan sejumlah uang kepada Rika yang masih berlinang air mata.

Bukan itu, bahkan personel Polsek Tandun juga membantu Sembako untuk keluarga Rika yang tinggal sederhana di rumah kontrakan di daerah Langgak Desa Koto Tandun Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul.***(zal)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang