Ahad, 31 Mei 2020 19:32

Kisruh Pemotongan Gaji Honorer di Bengkalis, Dewan Minta Segera Dicarikan Solusi

Ketua Komisi III DPRD Bengkalis tindak lanjuti isu pemotongan gaji honor. Pihaknya meminta pemerintah segera mencarikan solusi bersama TAPD.

Riauterkini - DURI - Terkait Blberkembangnya Polemik pemotongan gaji selama 3 bulan, dari 12 bulan menjadi 9 bulan yang dialami guru honor di Kabupaten Bengkalis, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, H. Adri, SE mengaku sangat prihatin.

Untuk itu, pihaknya akan mengawalnya dan tetap fokus nantinya dengan upaya mencari solusi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sehingga pemenuhan gaji selama 12 bulan terhadap honorer bisa terpenuhi.

"Terkait dengan isu atau polemik gaji honorer yang banyak beredar di media online maupun media sosial, dari dianggarkannya gaji honorer selama sembilan bulan dari dua belas bulan atau terjadi pemotongan 3 bulan. Saya melihat ada dua hal yang perlu disikapi. pertama kepada pihak terkait atau honorer diharapkan untuk tetap tenang dalam bekerja dan jaga keselamatan, karena ini sifatnya sementara untuk memenuhi peralihan anggaran sesuai SKB dua Menteri dan Pak Plh Bupati Bengkalis juga menyampaikan di media bahwa akan dicarikan solusinya dalam APBD - P 2020 sehingga anggarannya kembali penuh,"ujarnya.

Dipaparkan Mantan karyawan Perusahaan Migas itu, mengutip apa yang disampaikan Plh Bupati Bengkalis tersebut, Pemkab Bengkalis hendaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan peralihan anggaran. Jangan menunggu APBD-P, baru akan terjadi di september 2020 dan satu hal lagi, seluruh OPD harus disiplin mengikuti arahan.

"Proyek Kegiatan Fisik jangan dikerjakan dulu sampai selesainya peralihan anggaran dan menyarankan OPD untuk tidak menjalankan kegiatan fisik tanpa SPD. Yang paling penting, jangan sampai gaji tenaga honorer atau kontrak yang dikorbankan. Jika ini terjadi, maka akan berakibat pada ketidakseimbangan keuangan daerah,"pesannya.

Ditambahkan H. Adri, DPRD khususnya komisi III, sepakat untuk mengawalnya. Bahkan akan memberikan jalan atau saran terbaik untuk dibahas bersama-sama hingga pemenuhan gaji honorer bisa terealisasi secara baik dan taat anggaran.

"Sebagai solusinya, hemat saya Pemkab Bengkalis jika diperlukan mengambil kebijakan - kebijakan yang memang tidak populer antara lain menggeser atau mengambil dari anggaran belanja modal, walaupun waktu pergeseran kedua kemarin sudah dirasionalsasi sekitar 54 persen dan mata anggaran lainnya yang masih memungkinkan untuk di relokasi memenuhi anggaran 3 bulan gaji honorer atau kontrak. Jika harus memilih, kita tentu lebih memilih menyelamatkan ekonomi ribuan honorer dari pada pembangunan jalan atau gedung, karena pembangunan jalan atau gedung bisa ditunda." Insya Allah dalam pekan ini kita selesaikan nasib honorer dan Bantuan Langsung Tunai,"janjinya mengakhiri.*(hen)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang