Jum’at, 29 Mei 2020 06:50

Bupati Yopi, Jadikan Idul Fitri Momen Intropeksi Diri

Bupati Yopi mengajak masyarakat Inhu memaknai Idul Fitri dengan bijak. Sebagai waktu mengintropeksi diri.

Riauterkini-RENGAT-Ditengah pandemi Covid-19 perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tetap berlangsung khidmat, walau harus menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat ied. Dalam hari yang fitri tersebut, Bupati Inhu Yopi Arianto mengajak seluruh warga Inhu untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momen intropeksi diri.

Momen Idul Fitri sebagai intropeksi diri dianggap perlu dilakukan mengingat dampak pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh sendi kehidupan ditengah warga masyarakat, terutama sektor ekonomi khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Bupati Yopi mengharapkan masyarakat agar selalu sabar dan tidak saling salah menyalahkan saat menghadapi situasi bencana seperti sekarang ini.

"Covid-19 sudah menghantam perekonomian kita dan jangan sampai Covid-19 juga merusak persatuan dan kesatuan kita. Kita harus saling bersinergi, dan berdoa semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan jadikan Idul Fitri ini sebagai momen intropeksi diri. Semoga momen Idul Fitri ini semakin menjadikan kita semua pribadi yang lebih baik," tegasnya.

Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah di Inhu juga terasa berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Bupati Yopi Arianto tidak menggelar open house sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saat ini Pemkab Inhu melalui gugus tugas sedang berusaha semaksimal mungkin untuk memutus mata rantai Covid-19, alasan open house ditiadakan karena menjadi pemicu berkerumunnya orang, apalagi akan terjadi kontak fisik antara tamu saat keluar masuk," ungkapnya.

Bupati Yopi Arianto yang melaksanakan salat ied berjamaah di Masjid Darussalam, Desa Seresam, Kecamatan Seberida, Inhu dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sengaja melaksanakan salat Ied di desa Seresam, karena baginya, desa tersebut seperti kampung halamannya sendiri.

"Sejak kecil saya sudah sering bermain di Desa Seresam ini, jadi saya melaksanakan salat Ied di Desa Seresam ini serasa di kampung sendiri. Bahkan Pak Kades itu sudah seperti saudara bagi saya," tandasnya.

Sementara itu Kades Desa Seresam, Ahmad Saqowi membenarkan hubungam emosional yang telah lama terjalin antara Desa Seresam dengan Bupati Yopi Arianto. Demikian juga dengan dirinya, dimana hubungan emosional tersebut telah terjalin jauh hari sebelum Yopi Arianto menjabat sebagai Bupati Inhu. Bahkan tokoh-tokoh Desa Seresam sudah punya hubungan yang baik sejak dulu dengan almarhum Sugianto yang merupakan ayah dari Bupati Inhu, Yopi Arianto.

"Sebagai desa transmigrasi, almarhum Pak Sugianto yang banyak berperan membina masyarakat di Desa Seresam dan alhamdulillah, sampai sekarang Pak Bupati Yopi masih terus melanjutkan hubungan baik itu," ucapnya.

Ditambahkanya, Bupati Yopi juga banyak berkontribusi bagi pembangunan Desa Seresam, salah satunya pembangunan Masjid Darussalam yang merupakan salah satu Masjid terbesar di Kabupaten Inhu. Dalam pelaksanaan pembangunannya, Bupati Yopi tidak hanya berkontribusi dalam bentuk financial namun juga memberikan motivasi dan pandangan bagi masyarakat Desa Seresam. Jelasnya. *** (ADV Kominfo Inhu)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang