Kamis, 28 Mei 2020 12:49

Gelapkan Pajak, Wakil Kuasa Direktur CV ABM Divonis 1,5 Tahun Penjara

Wakil Kuasa Direktur CV ABM dinyatakan hakim bersalah dalam perkara penggelapan pajak. Ia divonis hukuman 1,5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Afrizal, selaku wakil kuasa Direktur CV Adhitya Berkat Mandiri (ABM), dinyatakan hakim terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi penggelapan pajak usaha.

Afrizal yang turut serta menggelapkan pajak usaha senilai Rp 735 juta secara bersama Zulkarnain Rangkuti (telah divonis). Akhirnya divonis hakim dengan menjalani kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Amar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu pada sidang daring Kamis (28/5/20) siang. Afrizal terbukti secara sah melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf d UU RI Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU RI Nomor 16 Tahun 2009 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan," kata hakim.

Dalam amar putusan tersebut, Afrizal tidak dijatuhi hukuman denda. Karena hukuman denda telah dibebankan kepada terpidana Zulkarnain Rangkuti.

Jaksa penuntut umum (JPU) Yusuf Trisnajaya SH dan Lusi Simamora SH yang menuntut terdakwa sebelumnya dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Menyatakan pikir pikir atas putusan majelis hakim.

Afrizal, kuasa pimpinan perusahaan perbengkelan yang lokasi di Kota Dumai. Dihadirkan ke meja hijau, karena turut serta menggelapkan uang pajak sebesar Rp 735 juta. Dimana perbuatan terdakwa itu dilakukan bersama-sama dengan Saksi Zulkarnain Rangkuti (sudah diputus sidang). Keduanya dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak sejak Tahun 2012 sampai dengan 2013 yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

Tersangka menilap pajak yang berupa penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Tersangka tidak menyetor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dipotong selama Januari 2012 hingga Desember 2013.

Akibat perbuatan terdakwa, negara telah dirugikan pada pendapatan negara sebesar Rp.753.680.312. Hal ini berdasarkan perhitungan ahli peraturan perpajakan dan ahli penghitung kerugian pada pendapatan negara.

Untuk diketahui, Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menjatuhkan vonis terhadap Zulkarnain Rangkuti selama 2 tahun penjara. Dia juga dihukum membayar denda Rp1.507.360.624 atau dua kali lipat dari nilai pajak yang digelapkan.***(har)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang