Kamis, 21 Mei 2020 19:34

Keberadaan Dua Website Update Covid-19 Bengkalis Dinilai "Kedok" Habiskan Anggaran

Keberadaan website dikelola oleh gugus tugas covid-19 Bengkalis dinilai hanya "kedok" untuk habiskan anggaran dan tidak bermanfaat maksimal, bahkan informasi simpang siur.

Riauterkini-BENGKALIS- Keberadaan dua website update covid-19 dikelola oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corana (Covid-19) Kabupaten Bengkalis dinilai sejumlah kalangan hanya sebagai kedok untuk habis-habiskan anggaran dan tidak memiliki manfaat kepada masyarakat secara maksimal.

Pasalnya informasi yang disampaikan dua situs dibentuk oleh tim gugus beralamat https://covid19-bengkaliskab.com/index.php, dan https://corona.bengkaliskab.go.id/web/link/ terkesan hanya memberikan informasi yang simpang siur dan keberadaannya tidak diketahui oleh banyak masyarakat.

Contoh kekeliruan informasi yang disampaikan di situs https://covid19-bengkaliskab.com/index.php, data ODP terakhir Bengkalis yang selesai pemantauan sebanyak 6.027 jiwa. Sementara data dari website https://corona.bengkaliskab.go.id/web/link/ data ODP yang selesai pemantauan sebanyak 6.026 ada selisih satu orang.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis Alfisnardo sangat menyayangkan bisa terjadi. Seharusnya pemerintah daerah tidak perlu membuang-buang anggaran sampai harus membuat dua website untuk menyajikan data update covid-19 di Kabupaten Bengkalis. Padahal satu website saja sudah cukup.

"Ini malah mubazir sampai dua website, satu website tim gugus, satu lagi website buatan Diskominfotik Bengkalis. Sementara di daerah lain tim gugus perdaerah kita lihat seperti provinsi hanya memiliki satu website resmi untuk update data," tegas Alfis.

Dengan dua website masyarakat juga menjadi bingung untuk mempercayai data yang mana akan dipakai sebagai data resmi penanganan covid-19 Pemkab Bengkalis. Sebagai contoh dua website pemerintah Bengkalis ini memiliki data yang berbeda dalam update terakhir mereka pertanggal 20 Mei.

"Kondisi pandemi saat ini seharusnya yang dilakukan menghemat anggaran dan hanya mubazir," tambahnya.

Ketua PWI Bengkalis juga meminta tim gugus harus selalu update data perkembangan covid-19 Bengkalis dan disosialisasikan maksimal. Sehingga, masyarakat yang melihat data tidak bingung.

"Jangan sampai yang sudah dibuat ini hanya sebatas pajangan," katanya lagi.

Alfisnardo juga menyayangkan sikap dari Tim Gugus Pemkab Bengkalis terkesan enggan melibatkan media massa dalam sosialisasi pelaksaanan PSBB di Bengkalis. Padahal aturan melibatkan media masa dalam sosialisasi suda ada diatur dalam Perbup nomor 39 tahun 2020 tetang pelaksanaan PSBB di kabupeten Bengkalis.

"Yang nama media masa ini yang memiliki badan hukum dan ada wartawannya di daerah kabupaten Bengkalis dan bisa dipertangung jawabkan, seharusnya sejak awal dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi," terang Ketua PWI Bengkalis.

Namun sampai saat ini malah media masa yang ada baik cetak maupun elektronik tidak dilibatkan sama sekali. Selama ini media hanya disunguhi pemberitaan, media hanya seolah olah sebagai tempat corong Humas Covid 19 Bengkalis.

"Kita hanya disuguhkan berita rilis begitu saja, humas yang menyediakan berita kita. Pola tugas wartawan tentu tidak seperti itu, seharusnya ada pemberitaan wartawan diundang lakukan konfrensi pers sehingga angle berita yang disajikan bisa berkembang dan wartawan juga bisa menyampaikan kritik," tambah Alfis.

Alfis meminta Pemkab Bengkalis melalui Diskominfotik untuk meninjau kembali Perbup pelaksanaan PSBB tersebut. Dimana pasal melibatkan media massa yang ada betul-betul dijalankan.***(dik/rls)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang