Selasa, 19 Mei 2020 23:44

Rakor Peternakan dan Keswan, Populasi Ternak di Bengkalis Penting untuk Diawasi

Distan gelar rakor peternakan dan kesehatan hewan. Sangat penting dilakukan pengawasan ternak di daerah untuk akurasi situasi populasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Akurasi situasi populasi ternak di suatu wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pelaporan yang secara terus-menerus diperbaharui serta aplikasi teknologi. Hal ini diperlukan dalam pengawasan ternak di masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), drh. Rahmat Setiawan dalam rangka verifikasi data ternak sapi i-SIKHNAS dalam  Rapat Koordinasi (Rakor) Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online.

Disamping verifikasi data ternak, dalam rakor diikuti oleh dinas-dinas berkaitan seluruh kabupaten/kota tersebut, juga di lakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2019 tentang Pelayanan Jasa Medik Veteriner.

Dalam peraturan ini terkait pelayanan dalam penyelenggaraan kesehatan hewan yang jasa medik veteriner, perizinan pelayanan jasa medik veteriner, keputusan penugasan, pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan.

Implementasi Permentan ini di Kabupaten Bengkalis sudah tersusun dan agar terlaksana dengan baik untuk dapat dukungan dari semua pihak terkait termasuk pengguna jasa/ masyarakat.

"Terkait verifikasi data populasi, diperlukan kesesuaian antara data pada I-sikhnas dan data dasar peternakan sehingga validasi data sesuai kondisi lapangan. Kedepan diperlukan kolaborasi dengan semua unsur," ungkap Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkalis, H.M. Tarmizi, S.P, M.Si melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Keswan), drh. H.M. Mardani kepada riauterkini.com,  Selasa (19/5/20).

Terkait dengan pelayanan jasa medik veteriner tersebut disampaikan Mardani, Kabupaten Bengkalis memiliki 11 wilayah kerja kecamatan, ada 9 Bangunan fisik Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), 1 Bangunan Fisik Laboratorium Kesehatan Hewan, Tenaga Kesehatan Hewan 20 Orang, Medik Veteriner, Dokter Hewan (Drh) 10 orang dan tenaga pendukung lainnya seperti paramedik kesehatan hewan yang bekerja secara profesional.

"Pelayanan jasa medik veteriner ini adalah layanan jasa yang berkaitan dengan kompetensi dokter hewan yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka praktik kedokteran hewan,” katanya.

"Sosialisasi peraturan ini juga bertujuan dalam penatalaksanaan kesehatan hewan yang diharapkan sebaik-baiknya dalam rangka pengamatan, pencegahan, dan pengendalian penyakit hewan. ***(dik/inf)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang