Selasa, 19 Mei 2020 09:20

Massa Pedagang Demo Tolak Penerapan PSBB di Dumai

Pedagang di Dumai menggelar aksi demo. Merrks menolak penerapan PSBB.

Riauterkini-DUMAI- Penerepan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai tidak berjalan mulus. Senin (18/5/20) malam ribuan pedagang Pasar Senggol Dumai menolak penerapan PSBB, karena berimbas pada pemutusan mata pencariannya.

Informasi dirangkum media ini dilapangan, keputusan pemerintah Kota Dumai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Jalan Sudirman.

Pedagang dan massa mengamuk. Mereka mencoba membuka blokade cek poin yang didirikan di depan Hotel Grand Zuri. Penutupan akses jalan untuk cek poin di sejumlah lokasi dilakukan menyusul diterapkannya PSBB selama 14 hari kedepan.

Awak media mencoba mengkonfirmasi seorang pedagang perihal penerapan PSBB ini. "Kalian tahu apa tidak selama wabah Covid-19 ini kami yang dalam kondisi hidup dibawah garis kemiskinan dan susahnya mendapatkan rezeki. Inilah momen bulan puasa akhir untuk kami mencari rezeki," ucapnya.

Pedagang dan masyarakat secara tegas menolak PSBB karena berimbas pada pemutusan rezeki saja dan ini disampaikan serta menegur pemimpin untuk memperhatikan masyarakatnya terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan yang menyengsarakan.

"Kami pedagang sangat terdampak ekonomi akibat pendemi wabah covid-19 ini. Siapa bilang kami tidak mau di rumah aja, asalkan pemerintah mampu menjamin hak rakyatnya untuk hidup. Tanpa perlu kalian jelaskan, kami semua juga tahu apa itu Covid-19," ujarnya seraya maju menuju kerumunan massa.

"Kami minta pemerintah tidak menertibkan kami berjualan menjelang hari raya. Apabila ada penertiban kami pedagang akan melawan terus," sorak pedagang yang menolak penerapan PSBB di Kota Dumai.

Massa pedagang semakin tak terkendali melihat kehadiran mobil patroli Satpol PP Kota Dumai yang konon akan melakukan penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Walaupun hal itu dilakukan sesuai ketentuan pemberlakuan PSBB.

Tak lama berselang, Kapolres Kota Dumai AKBP Andri Ananta SIK dan jajarannya langsung turun kelapangan mendatangi pedagang kaki lima. Aksi massa pedagang dapat terkendali setelah Kapolres Dumai mendengar aspirasi mereka.

Menurut Andri Ananta, sebelum penetapan PSBB, pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, namun belum diindahkan.

Sementara dalam Rapat Konsolidasi Pemberlakukan PSBB, Kapolres Dumai minta masyarakat dan aparat untuk melakukan humanis. "Kami akan lakukan secara humanis, karena kita sama-sama sedang melawan memutus penyebaran Covid-19. Kami sangat paham dengan jeritan masyarakat selama wabah Covid-19 ini muncul," pungkasnya.*(had)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang