Kamis, 9 April 2020 15:15

Terima Laporan, Polsek Kandis Selidiki Dugaan Pengancaman pada Kelompok Tani Simpang Gondit

Polsek Kandis, Siak segera menyelidiki dugaan pengancaman. Proses dilakukan setelah Kelompok Tani Simpang Gondit membuat laporan.

Riauterkini-KANDIS-Resah karena sudah berulang kali diancam oleh orang suruhan Sihar Jhonni Tambun, warga Desa Libo Jaya, Kecamatan Kandis, sejumlah perwakilan masyarakat yang mengatasnamakan Kelompok Tani Simpang Gondit akhirnya memilih jalur hukum melaporkan terlapor ke Polsek Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (09/04/20). Atas laporan itu, pihak kepolisian pun berjanji untuk menyelidikinya.

Menurut salah satu pelapor, Nemmi BR Siregar, dirinya membuat laporan ke polisi karena pihaknya dari masyarakat Kelompok Tani Simpang Gondit sudah merasa terancam oleh kelakuan terlapor dan orang-orang suruhannya, sehingga pelapor dan rekan-rekannya pun tak bisa lagi mengelola dan memanen sawit seluas 44 hektar. Dalam laporannya, pelapor mengatakan sempat menangis dan trauma saat mengalami langsung pengancaman itu ketika dirinya sedang berada di lahan kebun sawit miliknya pada Selasa 24 Maret 2020 lalu.

"Kami (masyarakat Kelompok Tani Simpang Gondit) tak boleh masuk ke kebun sama mereka (orang suruhan terlapor). Lahan itu punya kami dan sudah kami kuasai sejak tahun 2004, tapi diklaim terlapor kalau lahan itu punya dia. Jadi kalau kami mau masuk ke kebun, dilarang sama mereka sambil bawa parang, pisau dan senapan angin," ujar Nemmi kepada riauterkini.com.

Dia menjelaskan, pengancaman tersebut dialami juga oleh rekannya, Suyanto (44) yang saat itu sama-sama berada di kebun sawit. Ketika pelapor dan rekannya itu hendak melakukan pemanenan, orang-orang suruhan terlapor pun mengancam akan membakar sepeda motor masyarakat setempat dan memutuskan jembatan yang menjadi akses jalan ke kebun.

"Melalui laporan ini, kami berharap bisa mendapatkan pengawalan dan pengamanan dari kepolisian disaat kami ingin memamen. Jadi kami tak perlu takut lagi. Kami pun bisa tenang mengelola lahan sawit seluas 44 hektar itu," harapnya.

Sementara itu, PH Kelompok Tani Simpang Gondit, Daniel Haposan Sirait SH didampingi Nofriyansyah SH dan Berto Langadjawa SH mengatakan bahwa ia selaku PH Kelompok Tani Simpang Gondit meminta kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Kandis agar segera menindaklanjuti permasalahan yang dialami oleh kliennya tersebut. Dengan begitu, kliennya pun bisa memanen hasil di kebun sawit dengan rasa aman dan nyaman tanpa ada gangguan dari siapapun.

"Dengan adanya perlindungan hukum yang diberikan kepolisian, klien kami tentu tak perlu takut dan khawatir lagi atas kepemilikan lahan sawit seluas 44 hektar tersebut. Sehingga seluruh aktifitas di kebun, seperti merawat dan memanen (sawit) bisa dilakukan oleh klien kami dengan tenang," tutur Daniel.

Terpisah, Kapolsek Kandis Kompol Indra Rusdi melalui Kanit Reskrim, Iptu Arpandy membenarkan adanya laporan dugaan pengancaman yang dialami oleh masyarakat Kelompok Tani Simpang Gondit tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan segera menyelidiki laporan itu.

"Laporan sudah kita terima, pasti kita lakukan lidik (penyelidikan) terhadap si terlapor dan kawan-kawannya," tandasnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang