Senin, 6 April 2020 16:22

Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen

Pedesaan di Riau mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Penyebabnya, naiknya indeks perawatan diri dan jasa.

Riauterkini-PEKANBARU- Pada Maret 2020, terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Riau sebesar 0,24 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Miftaruddin Senin (6/4/20).

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di Provinsi Riau, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau pada Maret 2020 adalah 113,76. Jumlah tersebut turun sebesar 3,51 persen dibanding NTP Februari 2020 yaitu 117,90.

Hal ini disebabkan harga barang/produk pertanian yang dihasilkan rumah tangga mengalami penurunan sebesar -3,32 persen. Sedangkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga naik sebesar 0,20 persen, begitu juga dengan indeks harga yang dibayar untuk keperluan produksi naik sebesar 0,08.

Pada Maret 2020, indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Riau sebesar 119,35. Indeks harga yang diterima ini mengalami penurunan sebesar 3,32 persen jika dibandingkan dengan It pada Februari 2020 yaitu sebesar 123,45.

"Penurunan It di Provinsi Riau pada bulan Maret 2020 terjadi pada 4 (empat) subsektor penyusun NTP yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 3,72 persen, It subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 2,40 persen, sedangkan It subsektor hortikultura turun sebesar 1,03 persen, dan subsekor perikanan mengalami penurunan It sebesar -0,44 persen," terangnya.

Sebaliknya, tambahnya, subsektor peternakan justru mengalami kenaikan It 0,19 persen.

Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat ditunjukkan fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Maret 2020 di Provinsi Riau sebesar 104,92 atau mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 104,71. Kenaikan Ib pada bulan ini terjadi pada semua subsektor penyusun NTP.

"Kenaikan Ib tertinggi terjadi pada subsektor perikanan sebesar 0,26 persen, diikuti subsektor tanaman pangan dan hortikultura masing-masing sebesar 0,21 persen, lalu subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,20 persen, dan subsektor peternakan mengalami kenaikan Ib sebesar 0,17 persen," pungkasnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang