Senin, 6 April 2020 15:09

PDP Corona Meninggal di Kuansing Pernah Kontak dengan Sepupu Baru dari Jember

Warga Kuansing beratatus PDP Corona meninggal. Punya riwayat kontak dengan sepupu yang baru pulang dari Jember.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Salah seorang warga Kuansing, yang meninggal Ahad (5/4/1020) malam atas dugaan gejala Covid - 19 ternyata sebelumnya ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Penetapan PDP ini disampaikan pihak RSUD Telukkuantan, melalui Press release, dalam rilis itu dijelaskan, informasi pasien Corona meninggal di IGD RSUD pada pukul 17.40 WIB jenis kelamin laki - laki usia 25 tahun 11 bulan.

Pasien ini diketahui merupakan pasien rujukan dari salah satu Puskesmas di Kuansing, dengan diagnosis GERD, ia masuk di IGD RSUD pada pukul 17.00 WIB dan ditangani langsung oleh dokter IGD.

Melalui hasil pemeriksaan di IGD diketahui pasien meninggal ini mengalami sesak, batuk dan demam. Sementara dari info yang diperoleh pasien meninggal ini memiliki riwayat kontak dengan sepupunya yang baru pulang dari Jember, pada tanggal 23 Maret lalu.

Usai pemeriksaan di IGD pasien lalu dipindahkan ke tenda PINERE dan dikonsulkan kepada Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) atau penanggulangan Covid - 19 RSUD Telukkuantan, dr. Juliansef, SpPD.FINASIM.

Selanjutnya, oleh Ketua Tim Telukkantan, pasien ditetapkan sebagai pasien psikotik 19 dan direncanakan dirawat di rumah ruangan isolasi RSUD Teluk Kuantan.

Sementara masih di tenda PINERE dan sedang persiapan perawatan ruang isolasi pasien berhenti bernafas dan dinyatakan meninggal oleh dokter di hadapan keluarga.

Karena, pasien telah ditetapkan sebagai pasien PDP Covid - 19 untuk kewaspadaan penularan dan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid - 19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia maka jenazah diperlakukan seperti perlakuan terhadap jenazah pasien positif Covid - 19.

Kemudian untuk jenazah pasien meninggal ini telah dilakukan SWAB nasofaring, selanjutnya akan dilakukan  pemeriksaan PCR Covid - 19.

Selanjutnya, sampel SWAB akan dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan akan diteruskan ke litbangkes di Jakarta, dan akan menunggu hasilnya sekitar satu minggu.

Sedangkan untuk pasien yang telah meninggal ini, statusnya belum ditetapkan sebagai pasien positif Covid - 19 pihak RSUD berharap hasilnya nanti negatif atau tidak terjangkit virus Corona tersebut.

Mengenai kepastian status pasien yang telah meninggal apakah positif atau negatif pihak RSUD masih menunggu hasil PCR.

Sementara mengenai riwayat pasien yang sudah meninggal ini, pihak keluarga membantah bahwa pasien tidak pernah kontak dengan sepupunya yang pulang dari Jember.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang