Ahad, 5 April 2020 21:39

Jubir Covid-19 Rohul Ingatkan Masyarakat tidak Sebarluaskan Identitas Pribadi Pasien Corona

Mensikapi perkembangan Covid-19 atau Corona di Kabupaten Rohul, juru bicara Covid meminta masyarakat tidak sebarluaskan identitas pribadi pasien corona.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs. Yusmar M.Si mengingatkan larangan ke semua pihak untuk tidak menyebarluaskan identitas pribadi pasien positif corona.

"Karena sesuai undang-undang, data pribadi pasien Covid-19 harus dilindungi, bahkan sanksinya 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta bagi yang membagikan identitas pribadi pasien," ungkap Yusmar, Sabtu (5/4/2020).

Yusmar menerangkan seorang pasien positif insisial AS (56) warga Kecamatan Rambah, kini tengah menjalani perawatan dari pihak kesehatan sesuai SOP. Masyarakat diimbaunya tetap tenang dan melaksanakan kegiatan sesuai anjuran pemerintah dan sumber resmi.

"Penanganan dilakukan Tim Gugus Kesehatan RSUD Rohul sebagai Koordinator Direktur RSUD Rohul sendiri telah dilaksanakan langkah-langkah penanganan dan pengamanan terhadap keluarga pasien (AS, red) dan semua kontak erat dengan pasien dengan dilakukan karantina dan pemeriksaan rapid test," paparnya.

Pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rokan Hulu ini menambahkan bila hasil rapid test positif dan ada keluhan batuk pilek ataupun demam, maka akan tetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan selanjutnya tentu akan dilakukan swab.

"Jika rapid test negatif tanpa keluhan dan tetap isolasi mandiri selama 14 ke depan, maka diawasi secara ketat oleh petugas surveilens dari Dinkes. Dihimbau juga ke tetangga dekat dan lingkungan AS untuk melakukan physical distancing dan jika ada keluhan demam, batuk atau pilek segera menghubungi call center tim kes Covid-19 untuk dilakukan pemeriksaan di rumah," imbau Yusmar.

Mantan Kepala Disparbud Rokan Hulu ini menerangkan data perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu per Jumat (3/4/2020) hingga pukul 17.55 WIB, berdasarkan rekap Surveilens penanganan Covid-19 Corona RSUD, Dinas Kesehatan Rokan Hulu, serta laporan Kepala Puskesmas se-Rokan Hulu, data seluruh dokter, bidan dan petugas kesehatan di kecamatan dan desa.

Sedangkan untuk pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Rokan Hulu, yaitu warga yang baru kembali dari luar daerah, atau warga lain yang datang ke Rokan Hulu dari daerah yang sudah terinveksi Covid-19 dengan total 2.321 orang, dengan status masih pemantauan 1.963 orang dan ada 358 orang Selesai Pemantauan atau eks ODP.

"Eks ODP artinya setelah 14 hari dalam pantauan dan sudah selesai dipantau dengan kata lain (status aman). Untuk PDP kini 6 orang, ada penambahan 2 ODP dan kini masih menunggu hasil," ungkapnya.

Saat ini ada lima pasien yang masih dirawat di RSUD Rohul dan seorang pasien di RS Awal Bros Group Pekanbaru yang semula dirawat di Ujung Batu, sekarang sudah dirawat di Pekanbaru.

"Saat ini tiga pasien diantara ODP menunjukkan hasil kesehatan yang membaik, tiga orang ini masih tetap," pungkas Kepala Diskominfo Rokan Hulu, Yusmar.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)

Keterangan Foto: Peta Covid-19 yang tersebar di 16 kecamatan Kabupaten Rokan Hulu per Jumat 3 April 2020.



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang