Selasa, 31 Maret 2020 17:01

Manfaatkan Lahan Tanpa Membakar, PT STM Budidayakan Aren dan Singkong Racun Seluas 500 Hektar

PT STM membuktikan pemanfaatan lahan tanpa bakar. Budidaya singkong racun dan aren seluas 500 hektar.

Riauterkini-PELALAWAN-Meski Riau selalu menjadi langganan asap akibat kebakaran hutan dan lahan, namun masyarakat Desa Kesuma di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan bersama PT Sumatera Tani Mandiri (STM) mampu membuktikan bahwa pemanfaatan lahan bisa dilakukan tanpa pembakaran.

Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan oleh masyarakat dan kelompok STM dengan mengembangkan budidaya aren dan singkong racun di area lahan tanaman kehidupan milik Arara Abadi seluas 500 hektar. Penggarapan lahan untuk penanaman dua komoditi itupun sudah dikerjakan secara bertahap sejak Juli 2019 silam.

"Penanaman komoditi (singkong racun dan aren) ini awalnya memang inisiatif kita bersama. Kita (STM) sebagai pengelola ingin mengembangkan tanaman komoditi tersebut. Awalnya kita nggak punya lahan, akhirnya kita pinjam lahan. Tujuan kita untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan. Kita lihat perkembangannya dan alhamdulillah semakin lama banyak masyarakat yang tertarik membersihkan lahan tanpa harus membakar," ujar Komisaris PT STM, Zainal Arifin didampingi PH Daniel Haposan Sirait SH ketika meninjau lokasi lahan itu di Sorek Satu, Pelalawan, Selasa (31/03/20).

Dia menjelaskan, dari 500 hektar lahan yang ada, 100 hektar sudah digarap lebih dulu dan ditanami singkong racun sejak Juli 2019 silam. Sedangkan 400 hektar lagi sudah digarap mulai dari Januari 2020 lalu. Ratusan hektar lahan itu juga terbagi-bagi menjadi 4 blok, blok pertama memiliki luasan area 170 hektar dengan luas tanaman 70 hektar, lalu blok dua dengan luasan area 27,5 hektar dengan luasan tanaman 25 hektar. Di blok tiga memiliki luasan area 125 hektar dan yang bisa tertanam seluas 110 sampai 115 hektar. Sementara di blok empat, luasan areanya sekitar 220 hektar dan luasan untuk tanaman sekitar 210 hektar.

Pengelolaan lahan itu sendiri, sambungnya, dibantu pula oleh 24 pekerja harian, 8 pekerja tetap, 15 orang Land Clearing (LC) serta ketersediaan 14 unit alat berat.

"Dari 500 hektar lahan ini, target kita 450 an hektar bisa kita manfaatkan untuk menanam singkong racun dan aren. Target ini kita upayakan harus sudah rampung pertengahan tahun ini. Maksimal sampai akhir tahun 2020 mendatang," tuturnya.

Dengan konsep pemanfaatan lahan tanpa membakar tersebut, Zainal pun berharap lahan yang telah dikelola dan ditanami singkong racun serta aren itu bisa menjadi komoditi ketahanan pangan bagi masyarakat luas. Selain itu, kedepannya ia juga berencana mendirikan home industri agar pengelolaan dan pendistribusian kedua komoditi pangan tersebut bisa semakin maksimal.

"Kita juga menerapkan sedekah kepada para pekerja di sini. Gaji mereka (pekerja) akan dipotong 10 persen setiap bulannya untuk anak-anak yatim. Termasuk hasil panen, 10 persennya kita potong juga untuk anak yatim. Program itu sudah kita jalankan sejak awal 2019 lalu dan akan terus berkelanjutan," tandasnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang