Ahad, 29 Maret 2020 11:37

Menimbang Urgensi Lockdown Kota Dumai Sebelum 'Dikuasai' Corona

Kota Dumai bisa dibilang gerbang masuk Virus Corona. Karena itu, mendesak diterapkan karantina wilayah sebelum terlambat.

Riauterkini-DUMAI- Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyerang nyaris di seluruh dunia termasuk Indonesia dan terkusus Kota Dumai, membuat banyak orang berspekulasi terkait obat maupun cara pencegahannya agar tidak tertular.

Pandemi virus corona kini sudah masuk babak baru untuk wilayah Kota Dumai. Dalam bulan ini sudah dua orang suspeck Corona tak tertolong nyawanya selama mendapatkan perawatan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai.

Meskipun statusnya belum pasti positif corona terhadap dua pasien tersebut, namun kekawatiran masyarakat di Kota Pelabuhan dan Industri ini cukup tinggi hingga berharap diterapkannya lokal lockdown.

Tak hanya itu, tugas pemutusan mata rantai penyebaran virus corona ini serta dalam memberikan pertolongan medis kepada ODP, PDP sangat berisiko tinggi bagi kalangan dokter dan perawat.

Selain karena masyarakat yang belum begitu mengindahkan perintah berdiam diri di rumah, tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri sesuai SOP.

Namun hingga hari ini, Minggu (29/3), Walikota Dumai dan Ketua DPRD Kota Dumai masih membisu terkait keinginan rakyat untuk ditetapkan lokal lockdown.

Mengapa Kota Dumai harus segera memberlakukan lokal lockdown sesegera mungkin, sekarang ini sudah ada dua orang yang meninggal. Apakah ingin kasus kematian karena virus corona ini memakan korban jiwa lagi?.

Masyarakat bersama keluarganya ingin hidup sehat dan jauh dari virus corona. Tapi semua ini tak akan bisa tercapai kalau pemerintah daerah tidak melakukan karantina bagi daerahnya untuk memutus mata rantai virus corona ini.

Kemudian, agar lockdown berjalan efektif, Pemerintah Kota Dumai harus menyediakan sesegera mungkin APD bagi tenaga medis yang sekarang berada di garda terdepan dalam memutuskan mata rantai virus tersebut.

Kalau tidak sama saja. Tenaga medis akan terpapar virus saat memberikan pelayanan pada ODP dan PDP. Berikutnya tenaga medislah yang akan memanjangkan mata rantai penyebaran virus corona lewat kelurganya dan orang lain.

Karena itu, Walikota Dumai bersama Ketua DPRD Dumai sudah cukup berdiam diri. Sekarang harus lebih gesit dalam mengambil sebuah kebijakan untuk menyelamatkan jiwa rakyatnya. Pemerintah jangan menunggu musibah datang lebih dahsyat lagi.

Sudah cukup anda berdiam diri. Sudah cukup anda membisu. Sekarang bergeraklah. Berbuatlah untuk rakyat. Kehati-hatian dalam mengambil kebijakan jangan berujung bertambahnya jumlah nyawa melayang. Mari selamatkan rakyat.

Penulis berpesan mulailah diri sendiri dan juga orang lain agar terhindar dari infeksi virus corona dengan cara cuci tangan, makan makanan bergizi seimbang untuk perkuat imun, dan pastinya melakukan isolasi diri di rumah.

Sumber data Dinas Kesehatan Kota Dumai, Minggu, 29 Maret 2020 jumlah kasus suspeck Corona sebanyak 183 orang yang tergabung dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 171 kasus, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 12 kasus yang terdiri 9 dirawat, 2 meninggal dan 1 sembuh.***(Suhadi)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang