Sabtu, 28 Maret 2020 17:13

Elemen Masyarakat Sikapi Dampak Sosial Ekonomi Akibat Covid-19 di Rohul

Persoalan virus corona berdampak sendi kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi tak terkecuali di Rohul. Melalui diskusi Rohul Bicara, sejumlah elemen berharap ada peran Pemkab mencari solusi dari dampak yang muncul.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah elemen mulai dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu (Rohul), tokoh masyarakat, mahasiswa sikapi persoalan dampak virus corona (Covid-19) dari sisi sosial dan ekonomi dan pendidikan dimasyarakat.

Salah satunya terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Rohul (Pemkab Rohul) yang dipandang belum maksimal dalam memberikan edukasi dan penanganan virus corona (Covid-19).

Elemen masyarakat yang menamakan dirinya Rohul Bicara ini, menyebut para pengambil kebijakan di negeri suluk itu, hanya lebih mengkedepankan serimonial, seperti bagi-bagi masker di jalanan dan pasar.

"Saya menjawab hitam putih saja. Apa yang dilakukan Pemkab Rohul ini masih sebatas serominial. Tidak langsung apa yang dibutuhkan. Kalau para pejabat dalam hal ini pengambil kebijakan hanya bagi-bagi masker di jalan atau di pasar, itu serimonial. Anak TK pun bisa," kata Tokoh Anak Kemenakan Panglima Besar Luhak Tambusai, Taufik Tambusai, pada acara Rohul Bicara, di Hotel Batika Pekanbaru, Jumat sore (26/3/20).

Menurut Taufik Tambusai, kegiatan yang paling dibutuhkan saat ini dimasyarakat, Pemkab hadir langsung ke tengah-tengah masyarakat, memberikan edukasi terkait virus corona dan dampaknya.

Kemudian apa yang harus dilakukan masyarakat serta langkah apa yang dilakukan pemerintah. Terutama dalam hal membantu perekonomian masyarakat yang terdampak dari akibat terbatasnya aktivitas sosial dan ekonomi.

Langkah ini menurut tokoh Melayu Rohul ini sangat diperlukan masyarakat. Para pengambil kebijakan harus cepat tanggap mendengarkan keluhan masyarakat saat ini.

"Yang paling dibutuhkan hari ini, memberikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada masyarakat, virus corona itu apa, sebarannya bagaimana, penangananya bagaimana. Lalu apa yang akan dilakukan pemerintah dan masyarakat. Persoalan virus corona itu harus dipahami masyarakat. Pakailah bahasa masyarakat, jangan bahasa pejabat. Saya juga perlu tegaskan, tidak ada niat kita mendiskrisitkan siapa pun, kita ingin membuat Rohul lebih baik," ujar Taufik Tambusai.

Masih ditempat yang sama, koordinator Forum Rohul Bicara, Rahmad Aidil Fitra banyak berbicara soal bagaimana upaya membantu penanganan yang dilakukan pemerintah setempat, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak dari sisi ekonomi serta masalah sosial, termasuk dari sisi kesehatan.

Berhentinya aktivitas sosial dan ekonomi perlu menjadi perhatian pemerintah. Kehadiran Rohul Bicara, untuk ikut menggalang dana membagikan sembako untuk kebutuhan masyarakat diharapan dapat meringankan beban.

"Mereka tidak bisa bekerja, mau makan apa. Makanya kita harus bantu. Mereka sudah mematuhi arahan pemerintah untuk bekerja dari rumah, makanya ini gantian kita lah yang harus memperhatikan kebutuhan pokok mereka," ungkap Fitra.

Teknis pembagiannya sendiri menurut Fitra, Riau Bicara akan menggandeng Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang ada di Rohul. Keberadaan Apedsi agar kebutuhan sembako yang akan diberikan bisa lebih tepat sasaran.

"Biar tepat sasaran, kita akan menggandeng Adpesi. Karena soal data, tentu kepala desa yang lebih tahu, mana prioritas mana yang tidak," ujar Fitra.

Hadir pada kesempatan ini, Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA) Rohul. Penasehat Riau Bicara Muspidawan, Rudi Sekjen Riau Bicara. ***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang