Rabu, 25 Maret 2020 14:04

Gubri Imbau Sholat Jumat Pekan Ditiadakan

Gubri imbau pelaksanaan sholat Jumat ditiadakan sementara pekan ini. Guna menghindari keramaian demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengimbau agar sholat Jumat pekan ini ditiadakan di mesjid. Hal itu dianjurkan demi menghindari keramaian di rumah ibadah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Riau.

"Imbauan saya kalau bisa Jumat ke depan mungkin salat di rumah saja," kata Syamsuar, Rabu (25/3/20).

Selain sholat Jumat, juga sholat Lima waktu juga demikian. Meski begitu, untuk azan tetap dikumandangkan, sebagai tanda panggilan datangnya waktu sholat.

"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjemaah lagi. Yang berjemaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," terangnya.

Tak hanya itu, mantan Bupati Siak juga meminta ceramah di masjid dan musala untuk sementara waktu dihentikan.

"Kemudian ceramah-ceramah yang sudah terjadwal diberbagai masjid dan musalah, kalau bisa diberhentikan dulu," pintanya.

"Begitu juga ibadah di Gereja, Vihara dan Pura, para tokoh sudah sepakat tidak melibatkan jemaah banyak," ujarnya.

Gubri menyampaikan tujuan pihaknya mengundang para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha, serta tokoh adat dan masyarakat, agar mereka bisa membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat. Kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menyikapi merebaknya virus Corona ini untuk keselamatan masyatakat itu sendiri.

"Karena tujuan pemerintah membuat semua ini untuk memelihara kesehatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.

"Tadi saya sampaikan jangan positif satu Covid-19 di Riau ini dianggap sedikit, karena ada ribuan orang di Riau ODP yang diantaranya datang dari Malaysia. Dan pasien PDP yang dirawat di rumah sakit sebagaian besar memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia," tambahnya.

Menurutnya, jika Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pemeriksaan (PDP) di Riau ini dilakukna rapit test (tes cepat) Covid-19, maka akan ketahuan terinfeksi atau tidak.

"Makanya saya katakan kasus Covid-19 di Riau ini tidak sederhana. Karena itu kami harapkan dukungan dari tokoh agama, masyarakat dan adat agar mereka bisa menyampaikan kepada jemaah dan masyarakat. Karena ini semua dalam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona," ujarnya***(mok).

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang