Selasa, 24 Maret 2020 17:51

Terkait Surat Edaran Covid 19, Masyarakat Mandau Bak Makan Buah Simalakama

Sejumlah pengusaha tempat hiburan dan warnet keluhkan edaran penutupan karena virus corona. Mereka mengaku pendapatan ekonominya terhenti.

Riauterkini - DURI - Mulai diumumkannya edaran dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait penanganan Covid - 19 dengan mengarah akan menutup tempat hiburan dan Warung internet, ditanggapi beragam oleh masyarakat. Banyak menanggapi dengan seperti buah Simalakama. Jika dijalankan terancam kesulitan ekonomi dan jika tidak, akan mendapatkan sangsi.

"Jika Pemerintah ya memang hanya bisa menghimbau. Gampang, nah sementara masyarakat yang akan menjadi tumbalnya. Cobalah difikir seperti kehidupan kami yang bergantung dengan usaha warung kopi ini, jika semuanya dihimbau berdiam diri dirumah, bisa bisa gulung tikar. Tolonglah berikan solusi,"keluh Mimi.

Dikatakan Mimi yang baru saja membuka usaha kopi itu mengaku menggelontorkan dana puluhan juta rupiah guna mengontrak tempat dan dikarenakan wabah Corona, dirinya dibuat pusing dengan himbauan Pemerintah  Kabupaten Bengkalis yang menganjurkan warga membatasi aktifitas diluar."Omset jauh menurun hingga 80 persen pasca himbauan ini,"akunya.

Senada, Erbi salah seorang pekerja hiburan karaoke keluarga mengaku pasrah akan kebijakan Pemerintah tersebut."Mau makan pakai apa saya, sementara saya satu satunya tulang punggung keluarga. Saat ini saya hanya meminta kebijakan Pemerintah untuk memberikan solusi selama Virus ini ada. Apakah ada seperti subsidi,"pintanya.

Menanggapi berbagai keluhan himbauan dan akan merujuk ke Surat edaran tersebut, Pelaksana harian (Plh) Bupati Bengkalis, Bustami HY saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan WhatsApp telepon genggamnya, Selasa (24/3/20) belum berbalas.*(hen)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang