Selasa, 24 Maret 2020 08:47

Hadapi Pasien Corona, RSUD Telukkuantan Ganti APD Tim Medis dengan Jas Hujan

Para dokter dan tim medis RSUD Telukkuantan harus siap hadapi resiko besar saat tangani pasien terduga corona. APD mereka sekedar jas hujan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Untuk menjaga kemungkinan terburuk penanganan Covid - 19. RSUD Telukkuantan, pesan Jas hujan pengganti Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 200 helai.

Langkah ini diambil untuk menutupi kekurangan APD yang dimiliki RSUD Telukkuantan, sebab, APD yang ada tidak mencukupi untuk penanganan Covid - 19 selama 14 hari ke depan.

"APD yang kita miliki tidak mencukupi, sementara untuk penangan Covid - 19 selama 14 hari ke depan paling sedikit dibutuhkan 200 helai," jelas Irvan Husin, Direktur RSUD Telukkuantan, Senin (23/3/2020) tadi malam.

Maka menurutnya, sebagai pengganti APD dipesan jas hujan dan itu dibolehkan, sebab sudah terkonfirmasi dengan pihak Provinsi, saat teleconference beberapa hari lalu.

Untuk persiapan penanganan Covid - 19 ini, di RSUD kata Irvan masih terus berproses, mulai dari menyiapkan sarana prasarana, menyiapkan petugas dan membekali petugas seandainya ada pasien Covid.

"Termasuk yang utama APD untuk petugas, alat ini sangat langkah sekarang, begitu pun harganya jauh beda dengan harga normal, namun ini tetap diadakan, sambil tetap mencari yang sesuai standar dan kemapuan RSUD," jelasnya.

Sehingga kata dr. Irvan, sebagai antisipasi terburuk penanganan pasien Covid - 19 dipesan jas hujan untuk menutupi kekurangan kelengkapan APD.

"Kami memang menyiapkan skenario terburuk, salah satunya jas hujan sebagai pengganti gaun pelindung petugas, hal ini juga sudah dikonsultasikan dengan Ketua Tim Covid /Tim PIE Provinsi, dr. Indra Yopi Sp.P.," terangnya.

Selain kebutuhan APD, pihaknya saat ini juga kekurangan desinfektan, handsanitizer serta masker untuk petugas. Seperti desinfektan, sebelumnya menurut dia masib ada, namun telah habis.

Karena kehabisan desinfektan ini, maka pihaknya terpaksa menggunakan campuran Bayclin untuk menyemprot sejumlah ruangan.

Kemudian mengenai Bayclin ini, ketika ditanya apakah bisa digunakan untuk pengganti desinfektan, dr. Irvan, menyebutkan bisa."Memang bisa. Ini bisa dilihat referensinya di artikel - artikel yang bisa dipercaya," jelasnya.

Mengenai kekurangan keperluan lainnya, pihaknya berharap adanya bantuan dari pemerintah Provinsi dan Pusat, seperti masker yang mereka punya hanya masker biasa, bukan N95 serta penutup mata.

Sementara sejauh ini, melalui laporan yang disampaikan Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si melalui Sekda Dr. H. Dianto Mampanini, ST. MM lewat teleconference bersama Gubernur, Senin kemarin, di Kuansing, kata Sekda, terdata Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 14 orang, di 6 Kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada di Kuansing.

Enam Kecamatan yang berstatus ODP ini, 1 orang di Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Hilir Seberang 1 orang, Pangean 2 orang, Cerenti 1 orang, Kuantan Hilir 1 orang, terbanyak Kuantan Tengah 8 orang.

Informasi tambahan, mengenai orang berstatus ODP ini, mereka adalah orang yang dipantau petugas, bukan berarti mereka sudah terpapar atau sudah menjadi pasien, sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan keberadaannya, sebab kadangkala hanya mengalami demam biasa.

Namun, karena kondisi Covid - 19 yang melanda dunia saat ini, akhirnya masyarakat tersugesti sehingga dikait - kaitkan dengan virus tersebut, bahwasanya sudah tertular. Sungguhpun demikian jika ada warga mengalami gejala suhu tubuh tinggi, batuk, bersin, sesak nafas dan lesuh warga tetap dianjurkan konsultasi pada pihak medis tapi tidak perlu panik.* (Jok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang